Program NATO, Tentara Afghanistan Akan Dilatih di Turki

    IHRAM.CO.ID, ANKARA — Tentara Afghanistan akan mendapatkan pelatihan dari organisasi keamanan internasional NATO di Turki. Kegiatan ini dikatakan sebagai bagian dari program pelatihan pertama di luar Afghanistan.

    Dilaporkan dari Berita Arab, Jumat (30/7), lokasi program untuk pasukan khusus Afghanistan belum diungkapkan. Tetapi program tersebut akan dimulai setelah NATO secara resmi menyelesaikan misinya di negara tersebut. Langkah ini diharapkan menjadi awal dari program pelatihan reguler di luar Afghanistan.

    Turki bersikeras untuk tidak terlibat dalam operasi tempur apa pun di Afghanistan, kecuali untuk tujuan pertahanan diri. Namun, mereka sedang bernegosiasi dengan pemerintah Afghanistan mengenai perlindungan Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul menyusul penarikan pasukan AS.

    Langkah itu dilihat sebagai isyarat niat baik oleh Turki untuk menunjukkan kesediaannya untuk meningkatkan hubungan dengan Barat. Turki sebelumnya mendapat kecaman karena pemulihan hubungan militernya dengan Rusia melalui pembelian sistem rudal S-400.

    Meningkatnya arus migran Afghanistan selama beberapa minggu terakhir telah memicu kritik publik di Turki dan memicu sentimen anti-pengungsi. Ini karena ratusan orang mencoba melintasi perbatasan dengan Iran untuk menghindari ketidakstabilan dan Taliban setelah penarikan AS.

    Andrew Watkins, analis senior di Afghanistan di International Crisis Group, mengatakan Turki mengasumsikan peran tuan rumah untuk melatih pasukan Afghanistan hanyalah salah satu dari beberapa cara Turki memperkuat perannya di Afghanistan pasca-AS.

    “Ini juga dapat berfungsi sebagai titik pengaruh dengan AS dan NATO, karena Washington tampaknya berusaha keras untuk menyelesaikan banyak detail, komplikasi, dan efek riak dari keputusannya untuk mundur,” katanya kepada Arab News.

    Namun, bagi Watkins, tidak jelas bagaimana Taliban akan menanggapi berita pelatihan tersebut. Meski telah mengeluarkan peringatan keras terhadap pasukan Turki yang menjalankan tugas keamanan di Kabul.

    “Itu bergantung pada apakah Turki akan terlibat dalam dialog diplomatik langsung dengan kelompok itu, untuk mencapai pemahaman yang mungkin membuat kehadiran mereka terus berlanjut di Kabul,” katanya.

    Pada pertengahan Juli, Taliban memperingatkan Turki agar tidak mempertahankan pasukan di Afghanistan dan memperluas kehadiran militernya di negara itu.

    Selanjutnya, pada Januari 2021, pimpinan Angkatan Darat Turki dari Satuan Tugas Gabungan Kesiapan Sangat Tinggi NATO, mengharuskannya untuk menempatkan ribuan tentara dalam keadaan siaga dalam beberapa hari jika diperlukan. Tindakan ini datang di samping peran utamanya menawarkan nasihat dan bantuan kepada pemerintah Afghanistan di Kabul.



    https://www.ihram.co.id/berita/qx41km335/program-nato-tentara-afghanistan-akan-dilatih-di-turki