Program Padat Karya PUPR Menjadi Pengungkit Pemulihan Ekonomi

Program PKT Kementerian PUPR diharapkan mampu mendongkrak pemulihan ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG – Program uang tunai untuk bekerja (PKT) yang dicanangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diharapkan dapat menjadi pendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. “Pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dilakukan oleh Kementerian PUPR salah satunya difokuskan pada program PKT,” kata Kepala BBJPN Jatim-Bali, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Achmad Subki dalam pertemuan dengan media di Malang, Jawa Timur, Jumat (9/4).

Sasaran dari implementasi PKC adalah para pekerja yang dikategorikan menganggur, setengah menganggur, atau miskin. Jika ada pembangunan fisik, kata dia, harus memanfaatkan tenaga kerja di sekitar lokasi. Tujuan implementasi PKC adalah untuk mempercepat PEN dari dampak pandemi Covid-19. Pihaknya berupaya meminimalkan penggunaan alat dalam menjalankan program pembangunan sehingga banyak tenaga kerja yang direkrut dalam proyek pembangunan infrastruktur, baik jalan maupun jembatan. “Kalau ada yang bisa dikerjakan manusia, padat karya harus diutamakan. Tapi, kalau tidak bisa pakai tenaga manusia tentu pakai alat. Atau mesin,” ujarnya.

Subki mengatakan pekerjaan yang menggunakan tenaga manusia bersifat padat karya, termasuk membersihkan drainase, membersihkan peralatan jalan, dan mengendalikan taman. “Untuk sektor Ditjen Bina Marga, rekrutmen padat karya dikoordinasikan dengan aparat desa dan kecamatan dengan harapan masyarakat sekitar merasakan manfaat dari program PKT ini,” ujarnya. .

Menurut dia, selama program padat karya tersebut, pihaknya telah merekrut ribuan tenaga kerja yang melaksanakan sejumlah program pembangunan infrastruktur di Jatim. “Kami sudah merekrut 5.030 tenaga kerja dengan realisasi anggaran untuk tenaga kerja tersebut sebesar Rp 64,4 miliar. Untuk pemeliharaan dan pemeliharaan rutin juga kami prioritaskan. Program padat karya,” ujarnya.

Ia berharap, melalui program PKT yang terus diupayakan Kementerian PUPR RI dapat membantu sekaligus mendongkrak kekuatan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Sedangkan anggaran PKT untuk jalan dan jembatan pada tahun 2020 sebesar Rp 2,92 triliun, terdiri dari ruas jalan rutin Rp 1,67 triliun, rutin jembatan Rp 250 miliar, dan revitalisasi drainase Rp1 triliun.

Sedangkan pada tahun 2021 sebesar Rp6,69 triliun untuk proyek pelestarian jalan di 33 provinsi sebesar Rp. 1,8 triliun, pelestarian jembatan di 33 provinsi Rp420 miliar, revitalisasi drainase di 33 provinsi Rp1,41 triliun, OP jalan tol padat karya (BUJT) di 16 provinsi Rp. 800 miliar, dan pola padat karya kontraktual di 33 provinsi sebesar Rp. 2,79 triliun.

sumber: antara




Source