PROYEK ASPIRASI DEWAN DESA PUNGKIT DIDUGA “MANGKRAK”

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Sebuah proyek pembangunan panggung hiburan di Desa Pungkit Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa yang dibiayai menggunakan dana bantuan aspirasi anggota DPRD Sumbawa H Zulkarnaen dari Partai Nasdem tahun anggaran 2017 sebesar Rp 100 Juta yang dilaksanakan secara swakelola oleh Pemerintah Desa Pungkit dibawah kepemimpinan Kades Sofyan Fitrajaya diduga “mangkrak” sebagai akibat pekerjaan atap yang terbuat dari kerangka baja ringan itu tidak kunjung dituntaskan sebagaimana yang diharapkan, ungkap M Saleh Taram seorang tokoh masyarakat Desa Pungkit yang sengaja datang menemui redaksi Gaung NTB kemarin.
Kenapa persoalan proyek pembangunan di Desa Pungkit tersebut mendapat perhatian dan sorotan darinya terang Saleh Taram, karena selain proyek pembangunan panggung hiburan Desa Pungkit Kecamatan Lopok dibiayai lewat dana aspirasi anggota Dewan (H Zulkarnaen dari Partai Nasdem) tersebut senilai Rp 100 Juta yang mulai dikerjakan sejak Oktober lalu, tentu dihajatkan pembangunannya untuk kepentingan sosial kemasyarakatan, justru sangat disayangkan pembangunan fisiknya yang dilakukan secara swakelola oleh Desa itu tidak dapat diselesaikan dan bahkan dibiarkan “mangkrak” sejak awal Desember lalu, sebagai akibat ditinggalkan begitu saja oleh pekerjanya.
Disamping itu, ada pula pekerjaan proyek pembangunan air bersih tahun 2015 senilai Rp 165 juta yang dikucurkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa bagi penyediaan sarana dan prasarana penunjang berupa mesin jetpump maupun tandon penampung air yang diperuntukkan khusus bagi Dusun Pungkit Atas dan Pungkit Bawah semasa Pjs Kades dijabat Wahab (Staf Kecamatan), dimana untuk mewujudkan proyek dimaksud diawali dengan adanya kegiatan swadaya masyarakat untuk membuat dan menguras sumur sebagai sumber mata air yang berada dilahan lokasi yang ditentukan hingga terjadi perubahan lokasi dengan membayar sewa lahan sebesar Rp 4 Juta untuk dua lokasi yang baru direalisasikan pembayarannya pada tahun 2016 lalu semasa Kades Pungkit Sofyan Fitrajaya, namun untuk memperlancar sumber mata air yang dibutuhkan maka Pemdes Pungkit dalam tahun anggaran 2017 ini kembali mengalokasikan dana sebesar Rp 15 Juta untuk dua lokasi, tetapi kenyataannya hanya wilayah Pungkit Bawah saja yang mendapatkan airnya, sementara untuk Pungkit Atas sampai saat ini tidak bisa diwujudkan sebagaimana yang diharapkan.
Bahkan, untuk dua lokasi proyek pembangunan jalan usaha tani sebagaimana direncanakan dalam APBDes Pungkit tahun 2017 baik itu untuk JUT Uma Troma sepanjang 330 meter dengan anggaran terserap mencapai belasan juta rupiah sambung Saleh Taram, dari hasil investigasi yang dilakukan, ternyata dari sejumlah item mobilisasi/demolisasi alat yang dipergunakan dengan menyerap biaya total mencapai sekitar Rp 8.723.000 itu, justru yang terlihat dilokasi hanya menggunakan alat berat excavator, termasuk pekerjaan JUT Olat Lapang dengan biaya mobilisasi/demolisasi alat mencapai Rp 13.548.000, dan sangat disayangkan justru ada warga masyarakat pengguna jalan tersebut diminta dan dipungut sumbangannya sebesar Rp 1 Juta, padahal biaya pembuatan JUT dimaksud sudah tercantum dengan jelas dalam RAB yang dibuat sebelumnya.
Saleh Taram, juga menyoroti proyek pembuatan sumur resapan limpahan air hujan di Desa Pungkit senilai Rp 100 Juta bantuan dari Dinas Kehutanan Provinsi NTB tahun anggaran 2017, dilokasi sekolah (SD dan SMP), polindes maupun di mesjid, dengan alokasi anggarannya masuk melalui rekening desa, tetapi hasil fisiknya diduga tidak sesuai dengan yang diharapkan dan bahkan biaya pembayaran untuk tukang pekerjanya hingga saat ini masih bermasalah, karena itu pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusutnya.
Kades Pungkit Kecamatan Lopok Sofyan Fitrajaya ketika dikonfirmasi Gaung NTB via telepon seluler Kamis siang (21/12) kemarin, membenarkan kalau proyek pembangunan panggung hiburan Desa Pungkit itu sempat mangkrak beberapa minggu, sebagai akibat selain kerangka besi atapnya tidak sesuai dengan spesifikasi dan minta diganti, juga tukangnya ada pekerjaan ditempat lain dan hari ini tukang atap dimaksud telah menyatakan kesanggupan untuk memulai pekerjaan pemasangan atap panggung hiburan tersebut mulai Jum’at besok sehingga optimis akan dapat dituntaskan hingga akhir tahun, tukasnya.
Sedangkan terkait dengan pembangunan jalan usaha utani pada dua lokasi Uma Troma dan Olat Lapang terang Kades Sofyan semuanya telah dilaksanakan pekerjaannya dengan baik, dan mengingat alokasi anggaran yang tercantum dalam APBDes terbatas, tentu tidak semua harapan dan aspirasi masyarakat itu dapat terpenuhi, sehingga tidaklah mengherankan kalau ada warga masyarakat penerima dan pengguna manfaat mengambil inisiatif untuk kegiatan swadaya dan disini tidak ada unsur pemaksaan, semuanya berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Begitu pula soal proyek pembuatan sumur resapan untuk pelaksanaan tahap awal mendapatkan bantuan 25 titik telah tuntas dikerjakan dengan baik, dan bahkan saat ini ada tambahan tahap kedua bagi pembuatan 10 titik sedang dalam proses pelaksanaan pekerjaannya hingga tuntas akhir tahun, dengan nilai serapan anggaran mencapai sekitar Rp 100 Juta, jadi jika ada tudingan kalau sejumlah kegiatan proyek pembangunan di Desa Pungkit diduga bermasalah, itu sama sekali tidak benar, pungkas Kades Sofyan menutup pembicaraannya.