PROYEK RESTAURANT APUNG KSB MULAI ACTION LAPANGAN

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setelah mendapatkan peringatan keras (Warning) dari Tim Pengaman, Pengawal dan Pengendali Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan pekan lalu, akhirnya rekanan kontraktor pelaksana pemenang tender atas proyek pembangunan rumah makan (restaurant) apung Poto Tano KSB CV Barabatu KSB telah mulai melakukan action fisik lapangannya beberapa hari lalu, dimana informasi ini diperoleh dari PPK Dinas Pariwisata KSB, ungkap Ketua TP4D jaksa Erwin Indrapraja SH MH dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Senin (30/10) kemarin.
Diakui memang kata jaksa Erwin yang juga Kasi Intel Kejari Sumbawa ini disapa, kami semat dibuat kecewa dan “ngamuk” ketika TP4D sidak ke kawasan Bumi Pariri Lema Bariri KSB akhir September lalu, untuk melihat sejauhmana kondisi fisik atas pelaksanaan sejumlah kegiatan proyek pembangunan restaurat apung KSB yang didampinginya, ternyata menemui kekecewaan sebab kegiatan action fisiknya belum dilaksanakan sementara uang muka kerja telah dicairkan oleh rekanan kontraktor pelaksana, sehingga TP4D mengeluarkan warning keras kepada rekanan kontraktor proyek tersebut.
Kenapa saya “ngamuk” terang Jaksa Erwin, karena saat tim TP4D turun kembali melakukan action lapangan untuk melihat kondisi fisik yang dihasilkan atas dua pekerjaan proyek pembangunan dikawasan KSB serangkaian dengan kegiatan pendampingan proyek pada Dinas Pariwisata KSB yang dilaksanakan tahun 2017, dimana pekan sebelumnya tim TP4D telah turun kelokasi proyek dan kali kedua ini sengaja dilakukan untuk mengecek sejauhmana pekerjaan fisik yang dihasilkan oleh rekanan kontraktor pelaksana terutama dalam memperbaiki dan membenahi sejumlah item pekerjaan yang telah disarankan TP4D.
Untuk kegiatan proyek pembangunan jalan setapak menuju kawasan Desa Mantar Kecamatan Seteluk dengan menyerap biaya sekitar Rp 570 juta, pelaksanaan pekerjaannya dipercayakan kepada rekanan kontraktor pelaksana pemenang tender dan kontrak pekerjaan dimulai sejak Agustus hingga Desember mendatang, dengan panjang jalan setapak Mantar sekitar 1 Km dengan lebar 2 meter menggunakan bahan material Paving Block, sejauh ini pekerjaan fisik yang dihasilkan mendekat proses finalisasi dan dinilai telah dilakukan pemasangan material kedua dan ketiga Paving Blocknya secara cukup baik, namun untuk kegiatan pembangunan rumah makan (restauran) apung yang berada dikawaan Poto Tano KSB yang menyerap anggaran tahun anggaran 2017 sekitar Rp 300 Juta itu, dengan pekerjaan dipercayakan kepada rekanan kontraktor CV Barabatu dan telah mencairkan uang muka kerja proyek sebesar 20% dan sebelumnya rekanan kontraktor berjanji kalau sejumlah material apung yang dibutuhkan seperti apung HDBE yang dipesan dari Surabaya Jawa Timur akan segera tiba, kenyatannya baru beberapa hari lalu material HDBE dimaksud tiba dilokasi proyek.
“Informasi yang diperoleh dari PPK Dinas Pariwisata KSB bahwa seluruh material apung HDBE tersebut saat ini telah berada dilokasi perairan Poto Tano, dengan pekerjaan kontruksi reastaurat apung dimaksud sedang dalam proses perakitan teknis langsung didalam perairan laut, sehingga optimis kegiatan pekerjaan fisik proyek itu akan dapat dituntaskan sampai dengan tenggat waktu kontrak berakhir, dan kemungkinan pekan depan tim TP4D juga akan turun kelokasi untuk melakukan pengecekan dan melihat langsung kondisi fisik yang dihasilkan,” tandas Jaksa Erwin.