Psikolog: Keluarga Berperan Penting dalam Mengatasi Masa Sulit Pandemi

Keluarga yang kuat mampu mengembangkan dirinya sebagai satu kesatuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, Prof Yuke Roosjati Siregar menjelaskan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama bagi setiap individu dalam melewati masa-masa sulit di masa pandemi Covid-19.

“Keluarga tangguh mampu mengembangkan diri sebagai satu kesatuan dan memahami kemampuan setiap anggota keluarga serta memberdayakannya secara optimal dalam komunikasi yang sehat,” ujarnya dalam siaran pers dari Ikatan Psikologi Indonesia untuk wilayah Jabodetabek, Minggu (11/7). ).

Keluarga tangguh dapat mendorong penguatan isu ketahanan keluarga, serta bagaimana proses perubahan cara dan strategi yang harus dilakukan keluarga untuk menghadapi dan mengatasi masa-masa sulit tersebut. Prof. Yuke menjelaskan bahwa keluarga berperan penting dalam membangun generasi yang cerdas, emosi positif, keterampilan sosial, teknologi, adaptif dan nilai (CEKATAN) melalui proses pendidikan CINTA (misalnya iklim, nilai, tanggung jawab dan kasih sayang) selama pandemi ini.

Ketua Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) Jaya Widura Imam Mustopo menjelaskan, pandemi yang berlangsung lebih dari setahun telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan seseorang. Tidak hanya diri Anda dan keluarga, pandemi juga mengganggu hubungan sosial, pendidikan, pekerjaan, dan kondisi global secara umum.

Merujuk penelitian Bagus Takwin dari Fakultas Psikologi UI yang dilakukan di 34 provinsi dengan 5.817 responden, ditemukan sebagian besar responden memiliki tingkat resiliensi atau resiliensi yang rendah selama masa pandemi. Hal ini berdampak pada dampak psikologis sosial yang cukup serius.

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan Yonathan Aditya Goei menilai penguatan religiusitas melalui agama bisa menjadi solusi dalam keluarga untuk menguatkan diri melalui upaya dan doa. Psikologi juga dapat mendorong pemahaman yang lebih mendalam tentang peran agama sebagai solusi permasalahan, yakni mengaitkannya dengan isu-isu penting dalam membangun ketahanan diri dan keluarga.

Selain keluarga dan religiositas, masyarakat juga disarankan untuk melakukan aktivitas fisik/olahraga secara rutin yang terbukti dapat meningkatkan kesehatan jiwa. Afif Kurniawan, dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, mengatakan tubuh memproduksi endorfin yang menjadi penambah suasana hati Alami untuk melawan stres dan depresi. Dengan demikian, olahraga membuat tubuh lebih rileks dan menumbuhkan mental optimis dalam menghadapi pandemi.

sumber : Antara



https://www.republika.co.id/berita/qw26sv366/psikolog-keluarga-berperan-penting-atasi-masa-sulit-pandemi