PT PP Divestasi Saham Tol MKTT

Dana segar dari divestasi digunakan untuk tambahan modal kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– PT PP (Persero) Tbk menandatangani akta jual beli saham kepemilikan saham PT Jasamarga Kualanamu Tol. Perusahaan setuju melepas 15% sahamnya kepada investor asing asal Hong Kong, yakni Kings Ring Limited.

Direktur Utama PP Novel Arsyad mengatakan nilai transaksi penjualan jalan tol tersebut sekitar Rp 412 miliar. Kings Ring Limited adalah bagian dari grup Road King Expressway International Holding Limited, yang merupakan investor dan operator jalan tol dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di Kawasan Asia Timur.

“Penandatanganan ini dapat meningkatkan kepercayaan investor baik lokal maupun asing terhadap perseroan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (23/4).

PT Jasamarga Kualanamu Tol merupakan perusahaan yang bergerak di konsesi jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) yang dibentuk pada tahun 2014 dengan panjang jalan tol 61,7 kilometer. Jalan Tol MKTT merupakan salah satu proyek strategis nasional yang terletak di Provinsi Sumatera Utara dan telah beroperasi sejak tahun 2016.

MKTT merupakan salah satu portofolio investasi terbaik yang dimiliki perseroan. Tarif rata-rata harian di jalan tol ini telah melebihi target yang ditetapkan dalam rencana bisnis sebelumnya.

Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan jalur kendaraan alternatif yang menuju ke timur dari Medan menuju Kota Tebing Tinggi. Ruas ini juga akan terkoneksi dengan tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa.

Dana segar hasil penjualan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi akan digunakan untuk tambahan modal kerja perseroan dan pengembangan proyek-proyek investasi infrastruktur lainnya, katanya.

Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi telah menghubungkan Kota Medan dan sekitarnya dengan Bandara Kualanamu yang terletak di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Tebing Tinggi. Kehadiran jalan tol ini telah memberikan manfaat ekonomi yang tinggi bagi Indonesia khususnya masyarakat di Provinsi Sumatera Utara.

Salah satu manfaat yang dirasakan dengan adanya tol ini adalah perjalanan dari Kota Medan menuju Kota Tebing Tinggi dapat ditempuh satu jam lebih awal, sehingga jalan tol ini dapat meningkatkan konektivitas dan menghemat biaya logistik barang dan jasa.




Source