PTM Harus Dievaluasi Secara Berkala

Pemantauan rutin untuk memastikan siswa dan guru benar-benar aman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengatakan, penerapan Face to Face Learning (PTM) harus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Mulai dari protokol kesehatan, sistem pengajaran, dan lain sebagainya.

“Implementasi ini tidak bisa efektif jika tidak dibarengi dengan upaya melibatkan komunitas sekolah dalam pelaksanaannya. Kemudian, banyak sekolah juga kekurangan dana untuk melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya saat dihubungi. Republika.co.id, Minggu (11/4).

Kemudian, lanjutnya, PTM yang dimulai bukan berarti sekolah baru saja dibuka. Langkah ini harus dibarengi dengan persiapan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi secara berkala dan partisipatif.

“Ya, monitoring dan evaluasi harus dilakukan secara berkala agar siswa dan guru benar-benar aman dan terhindar dari virus Covid-19,” ucapnya.

Sebelumnya diketahui Pemprov DKI Jakarta pada Rabu (7/4) mulai menggelar uji coba sekolah tatap muka di wilayah DKI Jakarta. Acara tersebut akan berlangsung hingga 29 April 2021 di 85 sekolah percontohan yang telah ditunjuk Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Pembukaan sekolah tatap muka ini merupakan salah satu konsesi yang diputuskan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 405 Tahun 2021 tentang Perluasan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro. Anies mengatakan sekolah tatap muka mulai diberlakukan secara terbatas melalui uji coba yang dilakukan di setiap satuan pendidikan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sekretaris Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Oman Rohman Rakinda mengingatkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan sekolah harus bekerja sama dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat terkait rencana uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) mulai ini. minggu.

Ia mengatakan mitigasi di sekolah harus mendapat prioritas utama untuk mencegah anak-anak tertular Covid-19 di sekolah. “Meski anak-anak lebih sedikit tertular dibanding orang dewasa, bukan berarti sekolah 100 persen aman dari penularan,” kata Oman di Jakarta, Senin (5/4).




Source