Puluhan Pedagang Masih Bertahan Di Pasar Lama Empang

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pasar yang baru dibangun diseputaran kecamatan Empang sudah rampung dan bisa ditempati oleh para pedagang. Namun sebagian pedagang masih bertahan dipasar lama Kecamatan Empang. Ada sekitar 87 pedagang yang tidak mau pindah kelokasi pasar yang baru dibangun dengan alasan pendapannya berkurang.

Kabid Pasar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, Arif Alimsyah mengungkapkan bahwa pedagang yang masih bertahan dipasar lama merupakan orang-orang yang pernah berjualan dipasar yang baru dibangun. Mereka tetap memilih berdagang dipasar lama tersebut dengan alasan omsetnya berkurang. Hal itu lantaran mereka menganggap bahwa lokasi pasar baru tidak begitu strategis. Bahkan saat ini ada beberapa pedagang dipasar baru yang berencana berjualan dipasar lama yang berdekatan dengan areal persawahan. Ungkapnya. Rabu (01/11)

Dijelaskannya, walaupun jarak antara pasar dengan jalan negara mencapai hingga 300 meter, akan tetapi terdapat akses masuk menuju pasar baru tersebut dan jalan tersebut sudah dibenahi. Alasan para pedagang tersebut, dirasanya sah-sah saja. Akan tetapi perlu diketahui pasar tersebut berdekatan dengan perbatasan Kecamatan Tarano, jadi lokasi pasar tersebut sangatlah strategis dengan harapan akan dapat menampung pedagang dari kecamatan Empang dan Tarano. “Yang bertahan disektiar pasar lama itu, pedagang dari kecamatan tarano,” ujarnya,

Ditegaskan, pihaknya Bersama pemerintah kecamatan dan desa setempat tetap berkomitmen dan berusaha untuk mengajak pedagang tersebut menempati pasar baru. “Kita ajak kembali pedagang yang masih bertahan berjualan untuk masuk berjualan di pasar baru. Memang pedagang masih ada yang belum mau, tapi sebagian besar sudah mengambil tempat di pasar baru. Tempatnya lebih dari cukup untuk menampung seluruh pedagang. Sat pol pp juga berkomitmen bantu camat dan kades, untuk tetap mengajak pedagan masuk ke pasar baru,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, Bapenda telah mengajukan proposal Dana Alokasi Khusus untuk dua pasar di Kabupaten Sumbawa, yakni Pasar Utan dan Pasar Brang Biji. Namun sejauh ini, baru disetujui untuk pembangunan satu pasar. “Yang disetujui hanya satu pasar, tapi kami belum mendapatkan juknis dak dan penetapan lokasi. Antara brang biji dan uta. Tapi kami hajatnya ingin selesaikan utan dulu, sekarang pengerjaan belum tuntas, kebutuhan dari DED 6 miliar. Sementara yang dikerjakan sekarang dengan anggaran 1,4 miliar. Sedangkan DAK yang disetujui 3,5 miliar. masih harus dibantu apbd baru bisa tuntas. Mungkin pasar brang biji masih bisa menunggu, karena masih layak pakai,” ungkapnya.