Puluhan Pelajar Pelaku Penyerangan Sekolah Diamankan Polisi Diberikan Sanksi Dijemur dan Menghafal Pancasila

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Meski sempat memberikan perlawanan dengan melemparkan batu ke arah polisi, namun puluhan pelajar yang terlibat dalam penyerangan 2 sekolah dengan melepaskan anak panah dan melemparkan batu akhirnya dibekuk dan digadang menuju Mapolres Sumbawa.
Dibawah terik matahari para pelajar di jemur, satu persatu serta diminta untuk menghafal Pancasila sembari berolahraga ringan seperti push up. Hal ini dilakukan dengan sengaja untuk memberikan efek jera, demikian disampaikan Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo SIK MT kepada Gaung NTB, Rabu (3/10).
Menurut Kapolres Sumbawa, anak-anak ini adalah aset bangsa, aset Sumbawa, kalau dari sekarang mereka melakukan hal yang seperti ini bagaimana nanti besarnya.
“Pelajar ini sempat melemparkan batu saat anggota mencoba mengamankan mereka usai pulang sekolah, untungnya para anggota pakai helm dengan keuletan dan kesabaran berhasil mengamankan mereka” katanya.
AKBP Sutejo menambahkan, seharusnya anak-anak ini belajar, karena sedang menghadapi mid semester, ketika pulang sekolah jam 10 pagi mereka malah berkumpul dan menyerang sekolah lain bahkan membuat satu guru di sekolah lain terluka terkena lemparan.
Diungkapkan AKBP Sutejo, perhatian dari semua pihak mulai dari orangtua, guru dan pemerintah mutlak dibutuhkan sehingga mereka ini bisa belajar dengan baik.
Lebih jauh sambung AKBP Sutejo, hari ini orangtua, pihak sekolah dan stakeholders dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dipanggil untuk melihat anak-anak ini, mereka ini tidak akan ditahan namun harus dijemput oleh orang tua ke kantor polisi.
“Kami meminta agar orang tua maupun mereka para pelajar untuk membuat surat pernyataan, agar tidak ada lagi kejadian serupa yang diulangi dikemudian hari, dan juga menjadi pembelajaran bagi pelajar lainnya agar tidak melakukan hal yang sama” harap AKBP Sutejo.
Adapun sanksi yang diberikan bagi pelajar ini adalah identifikasi pengambilan sidik jari. “Sanksi mereka sudah kita identifikasi, sudah kita ambil sidik jarinya bahwa nanti ketika mereka lulus sekolah dan ingin membuat SKCK, SKCK itu kami cekal karena mereka pernah melakukan perbuatan yang tidak terpuji,” demikian tutup Kapolres Sumbawa.