Puskap dan Fisipol Corner UNSA Gelar FGD Wujudkan Pilkada Berintegritas

Sumbawa Besar, Gaung NTB

Pusat Studi Kebijakan dan Pembangunan (Puskap) dan Fisipol Corner Universitas Samawa (UNSA) menggelar Focus Group Discusion (FGD) untuk mewujudkan Pilkada berintegritas dimasa kehidupan baru pandemi Covid 19 dalam pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa di Aula Rumah Makan Putra Jogya Senin (12/10). Hadir sebagai pemateri Komisioner KPU Kabupaten Sumbawa Muhammad Ali SIP, Anngota Bawaslu Lukman Hakim SP Msi, AKP Sunarya Kasubag Progar Bag Ren Polres Sumbawa dipandu moderator Ubaydullah MPd ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbawa sekaligus dosen di Fakultas Hukum UNSA dengan peserta sebanyak 50 orang perwakilan Organisasi Mahasiswa diantaranya pengurus organisasi mahasiswa HMI, PMII, GMNI, anggota Fisipol Corner, organisasi kepemudaan GP Ansor dan lainnya berjalan dengan alot dan interaktif dihujani dengan berbagai pertanyaan kritis dari perwakilan mahasiswa. Pada kesempatan ini juga dilakukan deklarasi damai mendukung Pilkada Serentak yang aman, damai dan sejuk dibacakan oleh moderator dan diikuti serampak oleh pemateri dan peserta.

Direktur Puskap dan Pembina Fisipol Corner Hery Kurniawansyah HS dalam sambutannya menyampaikan perlu adanya sinergitas bahwa Pilkada adalah agenda besar apalagi ditengah pandemi, oleh karena itu dibutuhkan komitmen bersama dari semua civil society antara pemerintah, penyelenggara dan masyarakat maupun mahasiswa sebagai agen of change agar terselenggara Pilkada yang berintegritas.

Dikatakan Komisioner KPU Kabupaten Sumbawa Muhammad Ali SIP bahwa penyelenggara pemilu harus menggerakan partisipasi masyarakat untuk memilih pada Pilkada 2020, dan memastikan bahwa dalam pelaksanaan tahapan pemilu salah satunya kampanye harus memenuhi protokol Covid 19.

“Tahapan kampanye sudah dilakukan baik tatap muka mupun melalui platform medsos sesuai protokol Covid 19 serta Kami juga akan gelar Debat Kandidat pada 28 Oktober mendatang, bertempat di aula hotel Sernu Raya dengan pembatasan jumlah peserta akan disiarkan live diakun Medsos KPU Sumbawa dan bekerjasama dengan stasiun TV Lokal,” katanya.

Sedangkan Lukman Hakim Anggota Bawaslu Kabupaten Sumbawa menyampaikan strategi mengawasi proses dan tahapan Pilkada sesuai protokol Covid 19 selama kampanye memenuhi syarat 3 M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan karena kampanye dibatasi waktu dan jumlah pesertanya.

Selain itu, ia juga menyebutkan beberapa tantangan Bawaslu dalam pengawasan pilkada di masa pandemi ada 7 yaitu Potensi ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat, peserta, dan penyelenggar pemilu, anggaran pembiayaan pemilihan, soal ketersediaan anggaran, partisipasi publik, meningkatnya politik uang, politisasi program anggaran dan penyalahgunaan jabatan dan wewenang yaitu Program bantuan dari pemerintah yang seharusnya digunakan bagi kepentingan masyarakat tapi ada yang digunakan politisasi untuk kepentingan politik, maraknya penyalahgunaan media sosial, dan kualitas penyelenggaraaan pemilihan.

“Kami harus menjaga integritas agar Pilkada tak hanya terlaksana tapi kualitasnya betul-betul terjaga. Kita jangan mengabaikan kualitas pemilihan, serta fokus mengawasi penyelenggaraan sesuai protokol Covid 19,” sebutnya.

Sementara, menurut AKP Sunarya Kasubag Progar Bag Ren Polres Sumbawa menyampaikan pihak Kepolisian siap melakukan pengamanan Pilkada sampai selesai dan memastikan pilkada sehat.

“Kami sudah intruksi untuk pastikan seluruh personil netral dalam Pilkada sesuai komitmen, memetakan kerawanan dalam Pilkada seperti resiko kesehatan penyelenggara, pemilih maupun peserta Pilkada, memastikan Pilkada aman dan sehat, mengawasi program yang dapat dimanfaatkan oleh peserta pemilu dan adanya peningkatan politik uang, mewujudkan partisipasi masyarakat serta penyelenggaraan pilkada berintegritas dengan lakukan langkah komunikasi dengan KPU dan Bawaslu sehingga Pilkada berjalan dengan dengan sehat, aman dan damai,” demikian pungkasnya. (Gks)