Putra Tuntut Istri Ayahnya Soal Tanah Warisan di Mataram, Begini Kronologinya

    Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

    TRIBUNNEWS.COM, MATARAM – Tim Puma Reskrim Polsek Mataram menangkap seorang wanita berinisial HDY (44), seorang pedagang dari lingkungan Sandubaya, Kecamatan Cakranegara.

    Ia diduga memalsukan dokumen untuk mengajukan sertifikat tanah seluas 200 meter persegi.

    Penangkapan dilakukan di rumah pelaku, Juli 2021.

    Kasat Reskrim Kompol Kadek Adi Budi Astawa menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan anak tirinya yang merasa menjadi korban.

    Akibat perbuatan tersangka, korban merasakan kerugian hingga Rp. 200 juta.

    Baca juga: Mayat Pria Dilempar 2 Teman Dari Jembatan, Korban Awalnya Main Saklar Lampu Saat Pesta Minuman Keras

    “Oleh karena itu, korban berinisiatif melaporkannya ke pihak berwajib,” kata Kadek Adi, dalam keterangan pers, didampingi Kabag Humas Polsek Mataram Iptu Erny Anggraeni, Jumat (20/8/2021).

    Mengusut kasus tersebut karena isu konflik tanah warisan.

    Mengenai kronologis kasus, Kadek menjelaskan, Abdullah (almarhum) pada 1993 menikah dengan Mukminatun.

    Dari pernikahan itu ia melahirkan 3 orang anak, masing-masing Ilham, Zulfan, dan Adelia.

    Baca juga: 4 Korban Kejatuhan Barang Lift di Margo City Alami Terbakar 22-27 Persen Terkena Percikan Api



    https://www.tribunnews.com/regional/2021/08/22/anak-gugat-istri-siri-bapaknya-terkait-tanah-warisan-di-mataram-begini-kronologinya