Putus asa pulang ke Tasikmalaya untuk dipulangkan

    Saat ini kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya sudah mulai menurun.

    REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya dengan tegas melarang warganya mudik saat lebaran. Pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai menjadi alasan utama tradisi mudik Lebaran dilarang.

    Ketentuan dari pusat ke daerah akan kita ikuti. Tidak boleh ada yang pulang dari luar daerah ke tempat kita, kata Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, Plt. Satgas, Selasa (20/4).

    Ia tidak ingin warga yang akan mudik ke Kota Tasikmalaya membawa Covid-19. Akibatnya kasus di Kota Tasikmalaya akan kembali meningkat. Padahal, saat ini kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya sudah mulai menurun.

    Yusuf tidak menginginkan cluster baru kegiatan mudik Lebaran. Karena itu, dia dengan tegas melarang warga di luar daerah mudik. “Kalau nanti ada yang datang harus menunjukkan hasil swab test atau dokumen terkait. Kalau tidak ada, kami akan kembali ke tempat asalnya,” ujarnya.

    Yusuf mengatakan, pihaknya juga akan melakukan isolasi untuk memblokir pemudik yang akan masuk ke Kota Tasikmalaya. Setidaknya, kata dia, akan ada 22 posko penyekat di Kota Tasikmalaya jelang lebaran.

    Ia juga tidak menyarankan agar masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk pulang lebih awal sebelum partisi terjadi. Intinya kesehatan semua orang itu tidak boleh. Kalau ke Kabupaten (Tasikmalaua) jalan saja. Banyak jalan. Asalkan tetap prokesnya, ”ujarnya.

    Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan mengatakan, pihaknya terus melakukan persiapan untuk mengantisipasi arus mudik masyarakat. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi agar perusahaan otobus (PO) tidak beroperasi saat larangan mudik berlaku. “Selama pembatasan mudik, pemberangkatan di terminal dan pool tidak boleh dilakukan. Kami mengimbau semua pihak, terutama operator bus untuk tidak memberangkatkan penumpang,” ujarnya.

    Doni mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan di tempat-tempat tersebut pada 6-17 Mei mendatang. Jika masih ada aktivitas pemberangkatan penumpang di pool bus, polisi akan menindak tegas operator bus tersebut

    Selain itu, Polres Tasikmalaya Kota juga telah menyiapkan tiga pos pemblokiran untuk mencegah masuknya pemudik. Titik pertama ada di Jalur Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Titik kedua ada di Karangresik, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Terakhir, posko isolasi akan terasa di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. “Tapi nanti bisa kita tambah. Nanti kita balikkan. Mohon maaf sudah jauh ke Tasik, kita harus mengembalikannya kalau tidak mengikuti prosedur,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Terminal Indihiang Kota Tasikmalaya Jenny M Wirandani mengatakan pelarangan mudik jelas akan diberlakukan pada 6-17 Mei mendatang. Menurut dia, kemungkinan kendaraan angkutan tidak akan beroperasi seperti tahun lalu. “Tapi kami juga belum mendapat petunjuk. Karena masih ada orang yang dikecualikan bepergian. Jadi tidak semua dilarang dan belum ada antisipasi khusus,” ujarnya.

    Sebagai langkah mengantisipasi penyebaran Covid-19, saat ini di terminal Tipe A sudah tersedia test kit GeNose C19. Alat ini digunakan untuk mengecek kondisi kesehatan calon penumpang secara acak.

    Jika seorang penumpang positif, dia akan diuji lagi menggunakan peralatan yang sama. Jika hasilnya masih positif, penumpang tidak bisa melanjutkan perjalanan. “Harus pulang. Kami sarankan agar segera dilakukan tes usap di puskesmas puskesmas setempat,” kata Jenny.




    Source