Ramadan di Ethiopia, Buka Puasa dengan Masakan Wanita Ethiopia

    Saat ini jumlah penduduk Indonesia di Ethiopia sekitar 90 orang.

    REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA – Suasana puasa Ramadhan di Ethiopia tidak jauh berbeda dengan tahun 2020, karena harus menyesuaikan dengan protokol Covid-19. Masyarakat Indonesia menggelar ibadah tarawih di Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Addis Ababa seminggu sekali, setiap Sabtu malam. Ibadah tarawih pertama digelar pada Sabtu (18/4).

    “Saat ini jumlah WNI di Ethiopia sekitar 90 orang. Sebanyak 50 orang di Addis Ababa dan 40 orang di Kota Hawassa, 270 km sebelah selatan Addis Ababa,” kata Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika. Al Busyra Basnur, dalam keterangan tertulis yang diterima. Republika, Senin (10/4).

    Namun, ada pemandangan menarik yang terjadi di KBRI Addis Ababa, Ethiopia. Ibu-ibu lansia Ethiopia memasak masakan Indonesia bersama Chef Adi Putra Candra untuk berbuka puasa bagi masyarakat Indonesia.

    Para wanita tersebut bernama Ashu Dema (70 tahun), Almaz Negusea (65), dan Askale Weldrufail (63).

    “Mereka pandai memasak masakan Indonesia dan sudah puluhan tahun bekerja di KBRI Addis Ababa, bahkan ada yang lebih dari setengah abad. Ibu Asyu pernah bekerja di KBRI Addis Ababa selama 56 tahun karena mulai bekerja di KBRI Addis Ababa. umur 14 tahun, ”kata Wenny Busyra, Ketua Kedutaan Besar Indonesia di Darma Wanita Persatuan (DWP) Addis Ababa.

    Pada kompetisi memasak Indonesia dalam rangka memperingati Hari Ibu tanggal 22 Desember 2020, Ibu Ashu, Almaz dan Askale menjadi juri kompetisi karena mereka tahu dan bisa memasak masakan Indonesia dengan baik. Lomba masak yang diadakan di taman terbuka KBRI ini diikuti oleh masyarakat Ethiopia dan Indonesia.

    Ethiopia memiliki populasi sekitar 112 juta. Mayoritas warganya beragama Kristen (43,5 persen), Islam (33,9 persen), Protestan (18,6 persen), tradisional (2,6 persen), Katolik (0,7 persen) dan Yahudi (kurang 1 persen). ).




    Source