Ramadhan di tengah bencana, Wapres meminta masyarakat bersabar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wapres Ma’ruf Amin meminta umat Islam yang menjalani puasa Ramadhan di daerah bencana agar bersabar.

“Menghadapi Ramadhan ini dengan tenang tapi saat ini kita khususnya di Malang dan sekitarnya saat ini sedang menghadapi keresahan karena ada gempa bumi, banyak kerusakan, banyak korban, jadi Wapres berharap semua bisa bersabar,” tuturnya. juru bicara Wakil Presiden Ma’ruf, Masduki Baidlowi dalam keterangannya. , Selasa (13/4/2021).

Warga membersihkan puing-puing rumah yang rusak akibat gempa di Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (12/4/2021). Surya / Hayu Yudha Prabowo (Surya / Hayu Yudha Prabowo)

Wapres saat ini, kata Masduki, juga sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bencana alam bisa ditangani secepatnya.

“Saya kira kondisi ini kurang ideal karena bencana jika dilakukan dengan kesabaran, insya Allah Wapres juga akan berempati dengan para korban di Malang dan sekitarnya,” imbuhnya.

Baca juga: UPDATE Data Korban Bencana NTT: 177 Orang Meninggal, 45 Lainnya Masih Hilang

Diketahui, Ramadhan tahun ini selain bencana pandemi Covid-19, Indonesia juga dilanda sejumlah bencana alam lainnya.

Berturut-turut terjadi banjir bandang di Flores, NTT hingga gempa bumi di selatan Pulau Jawa.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tektonik memiliki kekuatan 6,7M, kemudian diperbarui menjadi 6,1M.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo, Kepala Basarnas Henri Alfiandi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR Widiarto, dan Direktur Sungai dan Pantai, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR Bob Arthur Lombogia.  (Dok. Kementerian PUPR.)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo, Kepala Basarnas Henri Alfiandi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR Widiarto, dan Direktur Sungai dan Pantai, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur Lombogia. (Dok. Kementerian PUPR.) (Dok. Kementerian PUR)

“Episentrum gempa berada pada koordinat 8,83 Lintang dan 112,5 Bujur Timur, atau tepatnya berada di laut pada jarak 96 Km arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 Km,” dikutip dari siaran pers BMKG.

Berdasarkan analisis BMKG dengan memperhatikan letak episentrum dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan gempa sedang akibat aktivitas subduksi.




Source