Rasakan Curah Hujan Tertinggi, 2 Juta Perlindungan Jepang

    Badan meteorologi Jepang, menyebut curah hujan belum pernah terjadi sebelumnya.

    REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO — Hampir dua juta orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka di tengah hujan lebat di beberapa bagian Jepang. Peringatan hujan tingkat tertinggi telah dikeluarkan di sejumlah prefektur, termasuk Fukuoka dan Hiroshima.

    Seorang wanita telah meninggal dan suami serta putrinya hilang setelah tanah longsor menghancurkan dua rumah di prefektur Nagasaki. Lebih dari 150 tentara, polisi dan petugas pemadam kebakaran telah dikirim untuk membantu operasi penyelamatan di daerah tersebut.

    “Mereka dengan hati-hati mencari warga yang hilang, sambil mewaspadai tanah longsor lebih lanjut saat hujan lebat terus berlanjut,” kata seorang pejabat setempat. BBC, Minggu (15/8)

    Bagian barat negara itu terkena dampak terburuk, tetapi hujan lebat diperkirakan akan turun di seluruh negeri dalam beberapa hari mendatang.

    Secara total, peringatan evakuasi tidak wajib sekarang berlaku untuk lebih dari 1,8 juta orang di tujuh prefektur, menurut penyiar Jepang. NHK. Yushi Adachi, dari badan meteorologi Jepang, menyebut curah hujan saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

    “Sangat mungkin terjadi semacam bencana,” katanya.

    Para ahli memperingatkan hujan diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang minggu. Tayangan televisi lokal menunjukkan jalan terendam. Sungai-sungai di Saga dan Fukuoka telah meluap dengan ketinggian air yang masih naik, kata laporan media setempat.

    Seorang pejabat di Kumamoto, barat daya Jepang, sedang mencari seorang pria berusia 76 tahun yang hilang setelah mencoba mengamankan perahu nelayannya di sungai yang bergelombang.

    Banjir terjadi hanya beberapa minggu setelah hujan lebat menyebabkan tanah longsor dan menyebabkan sungai meluap, menewaskan puluhan orang.



    https://www.republika.co.id/berita/qxupi6368/alami-curah-hujan-tertinggi-2-juta-warga-jepang-mengungsi