Ratusan Korban Tertipu Arisan Online Mapolres Sumbawa Amankan Terduga Pelaku

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Berhati-hatilah jika ada tawaran arisan dengan iming-iming mendapat dua atau lima kali lipat. Arisan online yang viral secara nasional ternyata korbannya ada juga di Sumbawa. Ratusan korban arisan online mendatangi Polres Sumbawa. Kedatangan mereka untuk mengadukan dugaan penipuan berkedok arisan mirip Multi Level Marketing (MLM) yang dilakukan oleh NP (28). Penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Mapolres Sumbawa sudah mengambil keterangan sementara dari 140 orang korban yang dominasi para ibu rumah tangga. Sedangkan, terduga pelaku saat ini sudah mengamakan diri di Polres Sumbawa.
Salah satu korban Linda kepada Gaung NTB, Rabu (5/12) disela pemeriksaan di Mapolres Sumbawa, mengatakan dirinya sudah keliru dengan percaya kepada oknum tersebut. “Dengan Iming-iming 1 jadi 2 juta itu awal kenapa saya tertarik dan mentransfer 10 juta pada 26 November 2018 lalu hingga sekarang tidak dapat” katanya.
Menurut Linda, dirinya sempat curiga bahwa arisan bodong akan tetapi banyak yang posting di FB kalau dapat arisan hingga keraguan tidak ada lagi.
Linda menuturkan, awalnya yang ikut arisan sedikit namun semakin lama karena melihat yang lain dapat melalui FB dan informasi dari teman dan kerabat, orang-orang banyak yang tertarik untuk ikut. “Sistemnya bodong, pelaku itu mengaku dihadapan penyidik ketika ditanya kemana uang itu, dia bilang gali lubang tutup lubang” tuturnya.
Linda mengakui, awalnya arisan ini bagus karena kita mencari teman yang mau ikut arisan seperti MLM agar uang kita kembali namun salahnya arisan ini didapat dengan tarikan dalam tempo yang singkat dalam 3 hari setor dari 2 juta dapat 4 juta, dan paling lama nunggu penarikan seminggu.
“Setahu saya kurang lebih di Sumbawa 200 korban, bahkan ada korban yang TKW di Hongkong dan Taiwan inbox saya via FB kalau mereka juga jadi korban ratusan juta yang sudah di transfer ke NP,” ucapnya.
Senada dengan itu, Yana korban lainnya kepada Gaung NTB menyampaikan bahwa bandar arisan mengaku membantu menjual arisan adiknya yang ada di Surabaya, padahal itu dia terduga NP. “Ada 3 nama yang dipakai yakni Fitri, Vijen, dan Novi padahal itu orang yang sama cuma pakai nama samaran,” ujarnya.
Bahkan, rekening tempat transfer penyetoran juga beda-beda, ada 4 rekening yang digunakan, dan tiap kali transfer itu beda-beda.
“NP pernah bilang, kalau kalian cerewet kalian tidak akan dapat, ini jelas bahwa ini arisan sistemnya bodong karena yang dapat itu dipilih sesuai dengan kriteria tertentu yang menguntungkan bandar,” tandasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Zaky Maghfur SIK, kepada Gaung NTB Rabu (5/12) membenarkan adanya laporan tersebut.
Kasat mengungkapkan pihaknya harus mengidentifikasikan terlebih dahulu, apakah arisan online ini termasuk perkara ranah pidana atau tidak, tapi ini sudah mulai gaduh karena beberapa orang merasa sebagai korban yang dirugikan materinya dengan jutaan hingga ratusan juta rupiah. “Kita masih melakukan pemeriksaan, dan akan kita periksa secara bertahap,” ungkapnya.
Disebutkan, dari informasi awal, diketahui bahwa korban ini menyetor atau mentransfer 20 Juta sewaktu baru mau dibayarkan dia nambah lagi dan lagi, jadi tidak secara sekaligus misalnya langsung setor 140 juta.
Lebih jauh sambungnya, bagaimana mekanisme yang bersangkutan ini lakukan, apa masuk UU ITE karena arisan ini secara on-line, apa tipu muslihat pasal 378 KUHP atau ujaran kebencian.
“Kita pilah dulu bagaimana mekanismenya, kita harus kaji semua modusnya, ada banyak orang korban karena berbagai modus pendekatan, ada yang ikut arisan karena diajak teman, ada yang dapat info dari facebook, jadi tidak semua murni karena diajak oleh terduga pelaku, sehingga dalam hal ini kita harus menggunakan asas praduga tidak bersalah juga terhadap pelaku,” terangnya.
Kasat AKP Zaky Maghfur menjelaskan, 140 korban sudah diperiksa dengan nominatif kerugian yang berbeda-beda pula. “Kita baru periksa beberapa saksi saja, dan akan diperiksa bertahap, bisa jadi korban bertambah” jelasnya.
Saat ini terduga pelaku NP (28) sudah diamankan di Polres Sumbawa. “Dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan datang sendiri untuk mengamankan diri di Polres,” tandas AKP Zaky Maghfur.