Ratusan Perawat Kembali Gedor DPRD Sumbawa

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Ratusan perawat se-Kabuapten Sumbawa kembali menggedor Kantor DPRD Sumbawa untuk ke dua kali, Selasa (16/01). Tuntutan ratusan perawat tersebut masih sama dengan tuntutan sebelumnya yakni mereka menuntut agar tenaga sukarela mendapatkan upah standart UMK.
Sebelum memasuki gedung DPRD Sumbawa, sekitar pukul 10.00 wita, ratusan perawat yang datang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Berorasi di jalan lintas Sumbawa-Bima, depan gedung DPRD Sumbawa. Selama 30 menit melakukan orasi, sejumlah perwakilan datang menemui pimpinanan dewan untuk melakukan menyampaikan tuntutannya.
Namun baru sekitar pukul 13.00, di ruang pertemuan ketua DPRD Sumbawa, perwakilan melakukan dialog bersama eksekutif yang diwakili, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H M Nasir.
Pertemuan yang dipimpin oleh Ketua DPRD, L Budi Suryata SP juga dihadiri oleh perwakilan BPJS Sumbawa dan Rumah Sakit. Dalam pertemuan tersebut, DPRD Sumbawa mengeluarkan beberapa rekomendasi, antara lain, DPRD melalui Komisi terkait akan melakukan koordinasi dan konsultasi ke Kementerian Kesehatan RI terkait regulasi tentang tenaga sukarela.
Mendorong tim anggaran untuk melakukan dukungan melalaui anggaran APBD, terkait tenaga sukarela. “Komisi terkait akan melakukan verifikasi data tenaga sukarela perawat. Agendakan untuk ke Kemenkes, Kemendagri, Menpan RB dan Pemprov mencari solusi,” kata L Budi Suryata.
Massa kembali melakukan orasi depan pintu masuk gedung DPRD Sumbawa, dan kembali memasuki ruang pertemuan pimpinan DPRD Sumbawa, karena tidak puas dengan rekomendasi DPRD Sumbawa. Di tempat tersebut, massa ditenangkan oleh Direktur AKPER Samawa, H Umar Hasany dan kembali melakukan orasi di depan gedung DPRD Sumbawa dan akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib.