Ratusan Siswa Bergabung dengan Program Bisnis dengan Digital

    Pengusaha muda perlu dilatih untuk peka terhadap perubahan perilaku konsumen dan dinamika pasar

    REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang mendapat tekanan cukup berat di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan survei Bank Indonesia pada Maret 2021, sekitar 87,5 UMKM Indonesia terkena dampak negatif dari pandemi tersebut. Terutama, di sisi penjualan, dan hanya 12,5 persen yang bertahan karena transformasi digital.

    Menurut Co-Founder & Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia, Robert Gardiner, sebagai upaya membantu wirausahawan muda mengatasi tantangan tersebut, Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama Citibank NA Indonesia (Citi Indonesia), PT AIG Insurance Indonesia (AIG Indonesia). ), dan PT Marsh Indonesia (Marsh Indonesia) melaksanakan pendidikan kewirausahaan Program Perusahaan JA untuk 323 siswa SMA/SMK di Jakarta dan Bandung. Program ini, menekankan pendekatan digital untuk bisnis.

    Menurutnya, menjelang puncak acara pada November nanti, para siswa dari 15 sekolah tersebut berlomba memaparkan kinerja usahanya dalam Kompetisi Perusahaan Mahasiswa Daerah 2021 secara online, Sabtu (25/9). Empat perusahaan mahasiswa (perusahaan mahasiswa) hasil terbaik dari penilaian juri, kalangan profesional berhak mewakili daerahnya untuk memperebutkan tiket emas ajang bisnis se-Asia Pasifik pada kompetisi tingkat nasional.

    Robert mengatakan, di tengah situasi pandemi yang menantang, wirausahawan muda perlu dilatih untuk peka terhadap perubahan perilaku konsumen dan dinamika pasar. Untuk mengembangkan strategi yang akurat dalam mencapai target pasar.

    “Selama empat bulan beroperasi, 15 usaha mikro ini terbukti berhasil memperoleh total pendapatan usaha sebesar Rp 110 juta dengan mengandalkan digital marketing,” kata Robert dalam siaran pers, Minggu (26/9).

    Melalui program ini, kata dia, mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan pengalaman pertama berwirausaha. Tetapi juga, memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan, seperti berpikir kritis dan pemecahan masalah yang kompleks, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas.

    “Dengan dukungan Citi Indonesia, AIG Indonesia, Marsh Indonesia, dan Dinas Pendidikan setempat, kami berharap upaya berkelanjutan ini dapat terus menjadi wadah lahirnya wirausahawan muda baru Indonesia serta mempercepat transisi UMKM ke era digital,” ujarnya.

    Menurut Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni A Anjungsari, Citi Indonesia dan PJI secara konsisten memberdayakan generasi muda untuk menjadi wirausaha sejak tujuh tahun lalu melalui nilai investasi lebih dari Rp 18 miliar.

    “Melalui hibah yang kami berikan, mahasiswa tidak hanya dilatih untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam mengembangkan ide bisnis. Namun, mereka juga dilatih untuk mampu adaptif dan tanggap dalam menghadapi tantangan terutama dalam menghadapi kondisi disrupsi seperti COVID -19 pandemi,” jelasnya. .

    Hal ini, kata dia, sejalan dengan inisiatif global Citi dan Citi Foundation, Pathways to Progress, yang berupaya mempercepat peningkatan taraf hidup dan peluang ekonomi bagi generasi muda.

    Puni menjelaskan, salah satu usaha mikro yang dibentuk oleh mahasiswa program Student Company adalah Mico SC dari SMAN 1 Cisarua, Bandung Barat. Dengan misi memberikan wadah bagi para orang tua untuk mengasah kreativitas anaknya tanpa gadget, usaha yang dikelola oleh 34 siswa ini menawarkan Mico T-Shirt, kaos berbahan katun dengan desain khusus yang dibuat dengan gambar anak-anak.

    “Hanya dalam waktu empat bulan beroperasi, Mico Student Company berhasil menjual 72 paket Mico T-Shirt melalui marketplace dan media sosial dengan total pendapatan usaha Rp 7,3 juta,” ujarnya.

    Lima belas sekolah dari Jakarta (termasuk Tangerang Selatan dan Bogor) dan Bandung (termasuk Bandung Barat) yang berkesempatan mengikuti program tahun ini, antara lain SMAN 34 Jakarta (Qreate SC), SMAN 71 Jakarta (Saptalata SC), SMAN 81 Jakarta ( Covarsi SC ), SMA HelloMotion (Semaja SC), SMA AK Yasmin Cendekia (Dojan SC), SMK 6 Jakarta (Kanaksa SC), SMK 20 Jakarta (Soe Wasa SC), SMK 26 Jakarta (Kaveenic SC) ), SMKN 27 Jakarta (Merakee SC) , SMKN 63 Jakarta (AYC SC), SMAN 1 Cisarua, Bandung Barat (Mico SC), SMAN 4 Bandung (Fouras SC), SMAN 8 Bandung (Astaponik SC), SMAN 11 Bandung ( Elecra SC), dan SMKN 4 Bandung (Digitz4tion SC).

    Empat sekolah terbaik tersebut akan bersaing dengan sekolah dari daerah lain dalam kompetisi bisnis tingkat nasional, Indonesia Student Company of the Year Competition 2021 yang akan digelar secara online pada November mendatang.



    https://www.republika.co.id/berita/r01b8z396/ratusan-pelajar-ikuti-program-bisnis-dengan-digital