Realisasi Capai 99,3 Persen, Pemerintah Jamin Insentif Kesehatan yang Aman dan Tepat Waktu

    Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan proses penyaluran insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

    Progres atau progres pembayaran insentif pemerintah 2020 yang sempat tertunda, terus dipercepat dan kini telah mencapai 99,3%.

    “Pemerintah menekankan bahwa perlindungan tenaga kesehatan menjadi prioritas, termasuk dalam hal pemenuhan setiap hak dan insentif bagi tenaga kesehatan. Kami mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dan memastikan pembayaran insentif dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” tegas Menkeu. Komunikasi dan Informasi Johnny G Plate.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny memastikan pemerintah terus mempercepat pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

    Baca juga: Kemenkes Bayar Insentif Kesehatan Tahun 2021 Rp 5,865 Triliun

    Baca juga: Mendagri Tegur 10 Kepala Daerah yang Belum Bayar Insentif Kesehatan

    Pembayaran insentif ini akan diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, hingga relawan yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.

    Sejumlah tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 menghadiri upacara HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di halaman Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI), Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/5). /8/2021). Selain upacara bendera, mereka juga menggelar berbagai lomba tujuh belas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. AFP/Juni Kriswanto (AFP/Juni Kriswanto)

    “Hingga saat ini realisasi penyaluran insentif sudah mencapai Rp 7,42 triliun atau 81,8 persen dari total pagu Rp 9,078 triliun. Realisasi ini merupakan akumulasi dari tunggakan pembayaran insentif 2020, 2021 dan santunan kematian,” kata Johnny.

    Baca juga: LaNyalla Ingatkan Vaksin Booster Covid Diprioritaskan untuk Kesehatan

    Menkominfo menjelaskan, dari pagu insentif tenaga kesehatan 2021 sebesar Rp 7,42 triliun, selama Januari-Juli 2021 pemerintah telah menyalurkan Rp 5,865 triliun atau mencapai 80 persen.

    Sementara pembayaran santunan kematian mencapai Rp 93,6 miliar atau 55,1 persen dari total pagu Rp 170 miliar.

    “Pembayaran insentif tenaga kesehatan tahun 2020 sebesar Rp 1,469 triliun atau setara 99,3 persen dari pagu tunggakan Rp 1,480 triliun,” tambahnya.

    Ia menjelaskan, untuk tanggungan tunggakan 2020, masih ada sebagian kecil yang belum dibayarkan sekitar 0,6 persen karena keterlambatan beberapa fasilitas pelayanan kesehatan dalam memenuhi dokumen yang diminta BPKP untuk proses peninjauan.

    Pemerintah berkomitmen untuk memastikan sistem pembayaran insentif tenaga kesehatan terus ditingkatkan.

    Kemenkes bekerjasama dengan Kemendagri akan terus bersama-sama mengawal implementasinya di daerah.

    Bahkan pada akhir Agustus lalu, Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan surat peringatan kepada 10 kepala daerah yang belum membayar insentif bagi tenaga kesehatan di daerahnya.



    https://www.tribunnews.com/nasional/2021/09/04/realisasi-capai-993-persen-pemerintah-jamin-insentif-nakes-aman-dan-tepat-waktu