Refocusing Anggaran, DKI Hanya Bangun Trotoar 4 Kilometer

    Trotoar dibangun di kawasan Transit Oriented Development di empat stasiun KRL.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan pada 2020 pihaknya menargetkan pembangunan trotoar sepanjang 146 kilometer di ibu kota. Namun, kata Hari, pengembangan yang dilakukan masih jauh dari itu.

    “Target 146 kilometer, baru 4 kilometer yang terealisasi,” kata Hari dalam diskusi virtual yang dikutip Selasa (24/8).

    Hari menjelaskan, hal tersebut disebabkan oleh pandemi Covid-19. Pada 2020, anggaran yang direncanakan untuk Dinas Bina Marga sebesar Rp 1,1 triliun. Namun, ada pengalihan atau memfokuskan kembali anggaran penanganan di bidang kesehatan. Sehingga sisa anggaran sebesar Rp. 20 miliar.

    Trotoar sepanjang 4 kilometer yang telah dibangun meliputi kawasan Transit Oriented Development (TOD) di empat stasiun KRL, yakni Sudirman, Tanah Abang, Juanda, dan Pasar Senen. Sehingga pembangunan trotoar mengintegrasikan akses berbagai angkutan umum bagi masyarakat.

    Meski tahun lalu Pemprov DKI hanya mampu membangun sepanjang 4 kilometer, menurut Hari, trotoar di lokasi itu memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Sebab, jelasnya, keberadaan trotoar ini memudahkan integrasi moda transportasi umum lainnya, seperti Transjakarta dan transportasi online.

    Selain itu, kata Hari, Dinas Bina Marga menargetkan pembangunan trotoar sepanjang 46 kilometer pada 2021. Meski anggaran masih difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19, ia optimistis target pembangunan akan tercapai.

    “Mudah-mudahan nanti bisa terealisasi karena sudah diblokir (anggaran),” ujarnya.

    Kemudian, lanjut Hari, pada 2022, pihaknya menargetkan pembangunan trotoar sepanjang 72 kilometer. “Alhamdulillah naik sedikit, tahun 2022 kita targetkan (pembangunan trotoar) 72 kilometer. Jadi sedikit lebih baik dibanding tahun 2021 yang hanya 46 kilometer,” imbuhnya.



    https://www.republika.co.id/berita/qybonq370/refocusing-anggaran-dki-hanya-bangun-4-kilometer-trotoar