Rektor IPB Terkena Varian Delta

    Arif Satria diperbolehkan pulang setelah 10 hari dirawat di rumah sakit.

    REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria diizinkan pulang untuk pemulihan setelah dirawat selama 10 hari di Rumah Sakit Bogor Medical Center (BMC). Arif mengaku terpapar varian delta Covid-19.

    Arif juga menegaskan bahwa virus Covid-19 bukanlah mitos, tetapi benar adanya. Diketahui, Arif terkena Covid-19 untuk kedua kalinya, meski sudah mendapat dua kali suntikan vaksin.

    “Hasil pengurutan genom, Virus saya diklasifikasikan sebagai varian delta kali ini. Jadi bagi para survivor yang sudah terpapar Covid-19 dan sudah divaksin, jangan lengah. Tetap waspada untuk varian baru, termasuk delta. Sekali lagi, karena varian delta bisa lolos dari antibodi pascavaksinasi atau survivor,” kata Arif, Jumat (9/7).

    Arif mengatakan saat itu dirinya melakukan swab antigen dan swab PCR secara bersamaan. Saat hasilnya keluar, swab antigen Arif menunjukkan hasil negatif. Sementara itu, lima jam kemudian hasil tes swab PCR Arif juga keluar dan dinyatakan positif Covid-19.

    “Hasil swab antigen negatif bukan berarti bebas Covid-19, karena swab antigen belum tentu bisa mendeteksi varian Delta, apalagi jumlah virusnya tidak terlalu banyak. mengatakan bahwa varian Delta kadang tidak terdeteksi oleh PCR,” katanya.

    Lebih lanjut, kata Arif, varian Delta Covid-19 yang menginfeksinya dirasakan memiliki tingkat penularan yang lebih cepat. Sebab, gejala yang ia rasakan lebih cepat dan parah. Seperti, kehilangan penciuman, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, dan demam.

    Setelah dinyatakan terinfeksi kembali Covid-19, ia dirawat di RS BMC Kota Bogor selama 10 hari dengan kondisi kejenuhan stabil 94-99. Meski merasa paparannya terhadap varian Delta lebih berat dibandingkan paparan Covid-19 tahun lalu, namun dorongan dari dokter, keluarga, dan teman-teman membuatnya semakin semangat untuk sembuh.

    “Semangat adalah kata kuncinya. Tenang adalah setengah obat, dan panik adalah setengah dari penyakit. Sumber utama ketenangan adalah mengingat Allah SWT. Membangun prasangka positif atas musibah ini adalah bagian dari menemukan kedamaian. Kekuatan pola pikir akan membantu mempercepat penyembuhan,” jelasnya.



    https://www.republika.co.id/berita/qvyqof377/rektor-ipb-terpapar-varian-delta