Relief cerita Candi Borobudur akan dijadikan balet

REPUBLIKA.CO.ID,MAGELANG – Relief yang terukir di dinding Candi Borobudur akan dijadikan balet oleh Balai Konservasi Candi Borobudur bekerja sama dengan sanggar tari di Magelang, Jawa Tengah.

Seksi Dokumentasi dan Publikasi Balai Konservasi Borobudur, Isni Wahyuningsih, mengatakan beberapa cerita dalam relief telah dipelajari dan ditata. Candi Borobudur memiliki sekitar 1.200 relief dengan cerita menarik.

“Potensi reliefnya sudah kita pelajari dan kita tafsirkan cerita-cerita pada relief tersebut dalam bentuk tarian. Ada banyak cerita, misalnya Karmawibhangga, Lalitawistara, Jataka Awadana, Gandawyuha dan lain-lain,” ujarnya di workshop tari relief Candi Borobudur. di Pusat Konservasi Borobudur di Magelang. Kamis (9/4).

Ia mengatakan, dari cerita yang ada di relief tersebut, pihaknya telah membuat koreografi untuk diterjemahkan ke dalam bentuk tari. “Ini penting, karena makna dan nilai dalam relief itu diberikan kepada generasi penerus untuk pembelajaran. Jadi kita tidak hanya melestarikan fisik, tapi juga nilainya,” ujarnya.

Menurutnya, potensi seni tari dari relief Candi Borobudur sangat banyak. Namun, saat ini hanya enam tarian yang dikembangkan. “Karena pandemi ini, bengkel-bengkelnya terbatas. Kami baru mengembangkan enam tarian dan berkolaborasi dengan enam sanggar. Tarian kami diambil dari cerita Jataka Awanda, salah satunya cerita Manohara,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir dalam lokakarya tersebut mengungkapkan kebanggaannya atas upayanya untuk mewujudkan kisah relief Candi Borobudur ke dalam kehidupan nyata.

Dulu Ganjar bersama Trie Utami, Dewa Budjana, dan Purwatjaraka bersama-sama menciptakan seni musik yang tertulis dalam relief Borobudur, kini muncul tarian yang terinspirasi dari cerita di sana. “Jadi ini pasti akan jadi pertunjukan yang sangat menarik. Setelah saya bahas seni musik, sekarang ada seni tari. Ini luar biasa,” ujarnya.

Ganjar mendorong pengembangan kawasan Borobudur tidak hanya fokus pada bangunan fisik. Namun seni, budaya, arsitektur, lingkungan dan lain-lain juga harus dikembangkan bersama agar wisatawan yang datang tidak bosan.


Source