Respon MUI terhadap penggunaan toa masjid saat bangun sahur di bulan Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyuarakan pro dan kontra penyalahgunaan masjid toa dalam membangun sahur selama bulan Ramadhan.

Awalnya Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Buya Dr. Amirsyah Tambunan menjelaskan bahwa puasa di bulan Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sebagai bagian dari dimensi Hablum Minallah.

Selain itu, puasa juga memiliki dimensi sosial untuk meningkatkan Hablum Minanas berupa kepedulian, kesetaraan, dan solidaritas sosial di masyarakat.

Berdasarkan dua hal tersebut, puasa harus dapat mendidik manusia untuk menciptakan suasana kehidupan sosial yang harmonis, suasana yang aman dan damai, kata Amirsyah saat dikonfirmasi, Sabtu (24/4/2021).

Baca juga: VIRAL, Wanita Ini Dibangun Sahur Anak Muda di Kompleks Rumahnya: Lukiku Sayang Ayo

Baca juga: Muhammadiyah: Jangan Mencoba Membangun Sahur Menggunakan Masjid Toa di Daerah Yang Heterogen

Dengan kata lain, kata Amirsyah, umat Islam harus mampu menghadirkan lingkungan masyarakat dalam suasana damai dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.

“Sehingga tidak menimbulkan suasana kehidupan sosial yang terkesan mengganggu dengan pengeras suara. Masyarakat sekitar terusik dengan teriakan teriakan,” jelasnya.

Di sisi lain, MUI memahami bahwa tujuan kebangkitan sahur masyarakat memiliki niat baik.

Namun penggunaan suara toa masjid tentunya tidak boleh berlebihan.

“Sebenarnya suara teriakan di satu sisi mengingatkan kita untuk bangun, tapi di sisi lain suaranya tidak perlu berlebihan. Jadi cara membangunkannya lebih baik dengan cara yang bermartabat dan hormat agar tidak terjadi. tidak mengganggu lingkungan sekitar, ”ujarnya.

Lebih lanjut, Amirsyah menjelaskan, penggunaan toa masjid juga dianggap tidak perlu di daerah yang kesadaran lingkungannya tinggi.

Artinya, mereka telah membangun sahur secara mandiri.

“Bagi yang sudah memiliki kesadaran tinggi untuk bangun tidak perlu ada suara yang mengganggu. Oleh karena itu Ramadhan kali ini membuat kita lebih disiplin, sahur, menahan diri dan ini diharapkan menjadi kebiasaan. Sehingga dia tidak perlu melakukannya. terbangun, bangun sendiri. Tapi ini perlu kesadaran kolektif oleh semua, ”pungkasnya.

Sebagai informasi, protes penyalahgunaan toa masjid pertama kali diungkap oleh artis Zaskia Adya Mecca. Kekesalannya diunggah melalui akun media sosialnya.

Menurutnya, hal tersebut tidak etis karena Indonesia memiliki agama yang beragam, terutama yang memiliki bayi yang tidak sahur.

“Cuma mau tanya, bangun model ini lagi HITS katanya?! Kalau begitu secara etis jangan pakai masjid toa bangun model ini ?? Apalagi kita tinggal di Indonesia yang agamanya juga bermacam-macam. mengganggu orang lain untuk tidak mengamalkan sahur ?! ” tulis Zaskia.




Source