Restorasi Istana Bala Putih, Dimulai Tahun Ini

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Restorasi Istana Sultan Sumbawa atau lebih dikenal dengan Istana Bala Putih tahun 2018 ini mulai digarap dan diperkirakan akan rampung pada tahun 2020, hal itu terungkap dalam ekspose Pelaksanaan Pembangunan Rumah Peninggalan Sejarah Bala Putih Pasca Kebakaran, yang digelar oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Sumbawa, yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, belum lama ini.
Dalam pertemuan itu Tim Pelaksana mengungkapkan bahwa untuk melakukan perbaikan terhadap Istana yang terbakar pada tahun 2017 lalu itu, diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 26 Miliar. Sementara untuk tahun 2018 ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 5,1 miliar.
Saat ini sudah mulai dilakukan proses pengerjaan yang diwali dengan pemagaran keliling halaman Istama Bala Putih, kemudian dilakukan pembongkaran.
Sementara untuk pengerjaan selanjutnya, yakni akan dilakukan proses pelelangan atau pengadaan kayu, pembangunan gudang, pembangunan los kerja, pembersihan bata bekas bongkaran untuk persiapan pekerjaan.
Untuk diketahui bahwa Restorasi dilakukan sebagai upaya untuk mengembalikan kondisi bangunan gedung Cakar Budaya secara akurat sesuai keasliannya pada saat dibangun pada tahun 1934.
Selain itu dalam pertemuan yang dihadiri Tenaga Pengkaji dari UGM Yogyakarta, Ali Awaluddin, dan Tenaga Ahli Asfarinal IAI, juga menyampaikan bahwa Istana Bala Putih direncanakan akan ditetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya, karena sekarang ini Istama Bala Putih, masih diduga sebagai bangunan Cagar Budaya sesuai dengan sesuai dengan Undang-Undang Nomor.11 Tahun 2010 tentang Cakar Budaya.
Selanjutnya dalam pertemuan itu juga diharapkan agar ada tambahan anggaran untuk dapat menyelesaikan Retorasi Istana Sultan Sumbawa karena anggaran saat ini masih belum cukup, jumlah rencana anggaran biaya yang dibutuhkan Rp 26 miliar lebih.
Diinformasikan juga bahwa saat ini Tim Pelaksana masih nunggu hasil uji laboratorium dari Balai Konservasi Borobudur atas 6 sampel yaitu campuran spesi pondasi, rabat dibawa ubin, pelesteran dinding lantai 1, plesteran dinding anyaman bambu, plesteran dinding kawat harmonika, dan campuran spesi pasangan bata. “Hasil dari koordinasi dengan balai konservasi Borobudur dalam waktu 1 hingga 2 minggu kedepan hasil sudah dikirim ke Sumbawa, ujar salah seorang narasumber.