Ridwan Kamil Minta PTM Ditunda

    Wilayah Bandung Raya diumumkan siaga selama satu hingga tujuh hari ke depan.

    REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Menjelang pembelajaran tatap muka (PTM), kasus positif Covid-19 di Jawa Barat meningkat tajam. Bahkan, wilayah Bandung Raya diumumkan siaga selama satu hingga tujuh hari ke depan. Melihat kondisi tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta rencana tatap muka sekolah ditunda.

    Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, telah terjadi lonjakan kasus Covid-19 khususnya di wilayah Bandung Raya yang saat ini dalam keadaan siaga. Hal ini mengacu pada tingkat hunian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien yang mencapai 84,19 persen.

    Selain itu, ada dua wilayah di Bandung Raya yang masuk dalam zona merah, yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat (KBB). “Sekolah tatap muka kita tunda, apalagi yang di zona merah, tentu tidak boleh,” kata Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil. Hal ini sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri.

    Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar Dedi Supandi, pihaknya akan menunggu perkembangan situasi penyebaran Covid-19 hingga satu minggu sebelum PTM yang akan dimulai pada tahun ajaran baru 2021/ 2022 yaitu 19 Juli 2021. Di Jawa Barat diberi nama PTM dengan adaptasi kebiasaan baru (IMR).

    “Keputusan menunggu Juli. Mengikuti kondisi satu minggu sebelum 19 Juli, apa kebijakan pemerintah,” kata Dedi Supandi, Rabu (16/6).

    Dedi mengatakan, sejauh ini pihaknya gencar mempersiapkan pelaksanaan PTM dengan AKB agar berjalan lancar. Dimana terdapat rambu-rambu yang dijadikan sebagai acuan agar kegiatan belajar mengajar di Jawa Barat menjadi optimal.

    Menurut Dedi, yang pertama adalah memaksimalkan layanan vaksinasi bagi guru dan tenaga kependidikan. Dimana saat ini sudah mencapai 72 persen. “Kedua, sekolah wajib menyiapkan sarana dan prasarana PTM dan PJJ (jarak jauh),” ujarnya.

    Menurutnya, aturan ketiga adalah jika ada keputusan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau pemerintah provinsi terkait pembatasan aktivitas masyarakat akibat melonjaknya kasus Covid-19. Jadi, PTM dengan AKB dihentikan sementara sejak tanggal tersebut.

    Keempat, kata dia, jika ada kasus Covid-19 di sekolah, PTM dengan AKB harus dihentikan sementara dan diambil tindakan. “Termasuk jika ada ruang terbuka di sekolah yang bisa digunakan untuk PKM, kami juga mengizinkan mereka untuk belajar di ruang terbuka,” ujarnya.



    https://www.republika.co.id/berita/qus5rf396/ridwan-kamil-minta-ptm-ditunda