Riza: Kuncian Lokal di Cipayung bersifat Sementara

    Lockdown lokal dilakukan setelah 80 warga setempat dinyatakan positif Covid-19.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan karantina atau kuncitara Kelokalan dalam satu RT di Cipayung merupakan hasil interaksi warga saat silaturahim atau halalbihalal pada lebaran 2021.

    “Persoalan di Cipayung merupakan kecurigaan sementara karena warga saling melakukan kunjungan Idul Fitri,” kata Riza.

    Kuncitara Penempatan di RT 003 / RW 003 di Cipayung dilakukan setelah 80 warga sekitar positif Covid-19. Meski saat ini 80 warga Cipayung yang terpapar sudah dilarikan ke RS Gawat Darurat RS Atlet Kemayoran untuk dikarantina, Riza meminta warga di tempat itu agar diisolasi dan lebih berhati-hati.

    Riza kembali mengingatkan, sebaiknya tidak silaturahmi dan melakukan kegiatan silaturahmi seperti halalbihalal. “Kami sampaikan, kami mohon agar tidak mengabaikan arahan protokol kesehatan. Terbukti bagi warga yang melakukan kunjungan kontak ada kontak dan akhirnya terjadi infeksi. Oleh karena itu, kami tetap minta lebih diperhatikan protokol kesehatannya,” ujarnya. .

    Sebelumnya, Camat Cipayung Jakarta Timur Fajar Eko Satriyo mengatakan, 80 warga terdampak merupakan bagian dari 700 warga di lokasi.

    Lockdown ini akan dilaksanakan selama 14 hari ke depan mulai Kamis 20 Mei 2021. Selain itu dibantu oleh TNI / Polri untuk memantau pergerakan warga untuk mematuhi protokol kesehatan COVID-19 selama pelaksanaan karantina ini.

    Fajar menjelaskan, awalnya ada seseorang yang memang mengalami gejala Covid-19. Bisa jadi saat itu warga tidak mengetahui ada tetangga yang mengalami gejala.

    Beberapa hari kemudian ada beberapa warga lainnya yang mengalami gejala yang sama. Selanjutnya warga di desa tersebut langsung dilakukan usap antigen dilanjutkan dengan uji PCR bila hasilnya menunjukkan reaktif.

    “Ternyata ada lebih dari lima rumah. Kami tetap deklarasikan sebagai zona merah,” kata Fajar.

    sumber: Antara




    Source