Rizieq Keberatan Dihukum Lagi Usai Membayar Denda ke Pemprov DKI, Hakim: Itu Bukan Putusan Pengadilan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur tidak menerima eksepsi atau nota keberatan terdakwa Rizieq Shihab dan kuasa hukumnya dalam kasus keramaian Petamburan dan Megamendung.

Keberatan Rizieq terkait asas hukum Ne Bis di Idem atau ketentuan bahwa seseorang tidak dapat dituntut dua kali karena perbuatan dalam kasus serupa juga dibantah oleh hakim.

Dalam eksepsi, Rizieq mengatakan telah membayar denda administrasi yang dijatuhkan oleh Pemprov DKI Jakarta, dalam hal ini Satpol PP DKI Jakarta, karena melanggar tata tertib kesehatan.

Pihak Rizieq sudah membayar Rp. 50 juta sebagai sanksi yang diberikan. Jadi dia mengatakan tidak bisa divonis dua kali dalam kasus yang sama, apalagi ada prinsip Ne Bis dalam hukum Idem.

Namun, Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa menepis anggapan tersebut.

Suparman mengatakan, pembayaran denda administrasi yang dikeluarkan Satpol PP DKI bukan sanksi hukum dari peradilan.

Melainkan sanksi hukum administratif dari Pemprov DKI Jakarta.

“Pembayaran denda administrasi yang dikeluarkan Satpol PP DKI Jakarta bukan berupa sanksi hukum dari peradilan. Namun sanksi hukum bersifat administratif dari Pemprov DKI Jakarta,” kata hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur itu. , Selasa (6/4/2021).

Dengan demikian, lanjut hakim, pemberian sanksi oleh Pemprov DKI Jakarta kepada terdakwa tidak bisa disamakan atau dilihat sebagai putusan hakim pengadilan.

“Oleh karena itu, pemberian sanksi administratif terhadap terdakwa tidak bisa dipandang sebagai putusan hakim,” ucapnya.




Source