Rizieq Shihab: Kesaksian saksi membuktikan bahwa tidak ada darurat kesehatan di Megamendung

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sidang terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan terdakwa Habib Rizieq Shihab kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4/2021).

    Dalam persidangan, Rizieq mengaku penjelasan sejumlah saksi yang dihadirkan membuatnya tertarik.

    Karena berdasarkan data saksi, massa di Megamendung sama sekali tidak berdampak pada keadaan darurat kesehatan masyarakat seperti yang dituduhkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    Mantan pimpinan FPI itu awalnya mengulangi penjelasan Agus Ridhallah selaku Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor terkait data bahwa 20 orang mendapat hasil reaktif.

    Baca juga: Rizieq Menceritakan Alasan Peletakan Batu Dasar Masjid di Pondok Pesantren Megamendung

    Camat Megamendung Endi Rismawan lebih detil.

    Dari 20 orang reaktif, hanya 1 orang yang dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes PCR.

    “Tadi Pak Agus menjelaskan kita dapat 20 reaktif. Kemudian Camat lebih detil, memang 20 reaktif tapi setelah PCR hanya 1 yang positif,” kata Rizieq di sela-sela persidangan.

    Rizieq kemudian mengutip data yang disampaikan Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban, Kabupaten Megamendung, Iwan Volawan.

    Dimana data pada Oktober 2020 atau satu bulan sebelum keramaian Megamendung terdapat 2 WNI positif Corona.

    Namun, pada November tidak ada kasus positif di Megamendung.




    Source