RS PKU Solo Ciptakan Masjid Yang Memiliki Rumah Sakit

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo (RS) Jawa Tengah meresmikan Masjid H Munawar Hadi, IGD, ICU, dan Surya Mentari KB / TK, Jumat (9/4). Pengukuhan dilakukan secara virtual oleh Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Solo Mardiatmo mengatakan, umumnya rumah sakit itu memiliki masjid, letaknya di pojok dan sempit. Hal tersebut tidak berlaku untuk RS PKU Muhamamdiyah Solo yang masjidnya terletak paling depan dengan bangunan yang megah dan modern.

“Harapan kami adalah memiliki masjid yang memiliki rumah sakit Alhamdulillah terwujud. Artinya setiap sudut rumah sakit harus bersih dan bisa digunakan untuk beribadah, ”jelas Mardiatmo dalam sambutannya saat acara peresmian di Aula Baitul Hikmah RS PKU Solo.

Dia menjelaskan, rumah sakit itu sepertinya adalah pelataran Masjid H Munawar Hadi. Sedangkan yang utama adalah masjid. Tempat lain menjadi bagian dari masjid. Karenanya, bagian-bagian lain ini harus bebas dari kenajisan.

“Jadi dimanapun membaca Alquran atau sholat itu sah. Dan kami memiliki standar kebersihan yang sama dengan Masjid Nabawi. Jadi tidak ada bau pesing, tidak ada debu sama sekali. Kami ingin masjid ini sebersih itu,” ujarnya.

Spesialis radiologi menambahkan, karena masjid memiliki rumah sakit, jemaahnya sebagian besar adalah pegawai rumah sakit dan pengawas pasien. Dengan demikian, dakwah yang disampaikan da’i harus berbeda dengan masjid lainnya.

“Mereka adalah orang-orang yang semuanya dalam kesulitan. Tentu diberi pencerahan yang menyejukkan, masjid sudah menjadi tempat pencerahan bagi mereka. Saya sudah memulainya. Jadi yang ada di sini pasti menyejukkan,” imbuhnya.

RS PKU Solo telah mengembangkan ICU dan beberapa fasilitas infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait layanan perawatan intensif. Selain itu, RS PKU Solo yang telah ditunjuk sebagai rumah sakit lini kedua dalam penanganan Covid-19 memaksa manajemen untuk mempersiapkan dengan berbagai sumber daya, peralatan dan bangunan yang diperlukan.

Berbagai persiapan tersebut diklaim dilakukan dengan baik agar pasien Covid-19 tertangani dan mendapat pelayanan yang baik di RS PKU Solo. “Saat pandemi kami merekrut pegawai baru, saat ini ada 353 tempat tidur pasien. Dalam setahun terakhir kami bisa membuka 70 formasi lapangan kerja. Sedangkan sebagian besar institusi lain terpaksa menurunkan jumlah pegawai,” ujarnya.

Ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir berharap peresmian masjid, ICU, IGD, dan KB / TK ini bisa menjadi sarana amal ibadah warga RS PKU Solo. Ia mengaku bangga dengan keluarga besar RS PKU Solo di bawah kepemimpinan Mardiatmo.

Mardiatmo dinilai telah menjadikan RS ini tidak hanya unggul tetapi juga membanggakan di tingkat nasional serta mendapat pengakuan internasional. Tidak banyak rumah sakit Muhammadiyah yang bisa memasuki fase tersebut.

Haedar memaparkan tentang model kepemimpinan transformatif yang berorientasi ke depan sehingga dapat membawa kemajuan bagi amal usaha Muhammadiyah. Potensi yang biasa-biasa saja dapat digunakan sebagai peluang dan kekuatan besar dengan pemimpin transformatif.

“Muhammadiyah sedang merintis kepemimpinan transformatif. Keterbatasan potensi ditransformasikan menjadi peluang dan kekuatan,” kata Haedar.

Ia juga menyinggung pandangan bahwa spiritualitas masjid harus mencerahkan. Terutama masjid di rumah sakit. Karena yang sakit bukan hanya pasien, tapi keluarganya juga ikut sakit.

“Cipratan ceramah itu mencerahkan hati dan membangun hal-hal positif. Sehingga orang keluar dari masjid, keluarga pasien tercerahkan,” kata Haedar.

Sementara itu, dalam laporannya Ketua Panitia Pembangunan Masjid Marpuji Ali mengatakan, biaya pembangunan masjid sebesar Rp. 9,03 miliar. Sumber biaya pengembangan berasal dari internal RS PKU Muhammadiyah Solo sebesar Rp. 5,96 miliar, dan donatur terdiri dari pegawai administrasi, medis dan paramedis sebesar Rp. 3,07 miliar.

Insya Allah pembangunan masjid rumah sakit hanya akan dibiayai oleh RS PKU dengan dukungan tenaga administrasi, medis dan paramedis, ujarnya.

Struktur bangunan modern karena menggunakan material modern seperti granit dan GRC. Kubah masjid terbuat dari tembaga yang dilengkapi dengan ornamen logo Muhammadiyah.


Source