RSMA Status Bintang 4 Bertekad Menuju Type B

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Rumah Sakit Lalu Manambai Abdulkadir (RSMA) merupakan satu-satunya rumah sakit rujukan didaratan Pulau Sumbawa dibawah kepemimpinan Direkturnya yang baru dr Arindra Kurniawan, yang kini berstatus “Bintang 4” bertekad menuju “Type B”, sehingga berbagai sarana prasarana, fasilitas penunjang, sumberdaya manusia (Dokter Spesialis) dan sejumlah program kini sedang dibenahi dan dilengkapi, apalagi setiap tahunnya tim akreditasi selalu datang melakukan pemeriksaan dan evaluasi atas kinerja dan peningkatan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan, ungkap Direktur RSMA Sumbawa melalui Plt Kasubag Tata Usaha Rini Maharani S.Farm A.Pt dalam perbincangannya dengan Gaung NTB diruang kerjanya Senin (11/02) kemarin.
Dijelaskan, pembenahan fisik RSMA saat ini sedang dilakukan perbaikan hal-hal yang kecil dulu pasca dilanda gempa beberapa waktu lalu, sehingga dilakukan pengecatan dan pembenahan sejumlah bangunan yang retak maupun memperbaiki plafon yang sempat rusak, dengan alokasi dana bantuan bagi menunjang pelaksanaan berbagai kegiatan program dan pembangunan RSMA dalam tahun anggaran 2019 ini terdiri dari DAK sekitar Rp 72 Miliar, dana rutin Rp 10 Miliar dan silva Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) sekitar Rp 10 Miliar,
Sedangkan untuk target penerimaan BLUD tahun 2019 ini mencapai sekitar 27,5 Miliar sambung Rini Maharani, optimis akan mampu dicapai sesuai dengan yang direncanakan, dengan mengharapkan penerimaan dari pelayanan jasa bagi pasien BPJS, kendati sebelumnya ada tunggakan dua bulan Nopember – Desember 2018 mencapai sekitar Rp 3 Miliar yang belum direalisasikan pembayarannya oleh pihak BPJS, dengan rata-rata pendapatan dari pelayanan BPJS Rp 1,5 Miliar/bulan, sementara khusus untuk dana bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat diperuntukkan bagi pengadaan 1 (satu) unit mobil Ambulance guna menambah 6 unit mobil Ambulance dan 1 unit mobil jenazah yang sudah ada sebelumnya dan sejumlah alat-alat kesehatan (Alkes) dengan bangunan gedung baru poli dibiayai pembangunannya melalui dana bantuan dari Pemprov NTB mencapai sekitar Rp 20 Miliar, paparnya.
Pembangunan dua unit gedung khusus bagi poli syaraf dan Poli Picity (untuk syaraf dan kejiwaan maupun penyakit paru dan narkoba) direncanakan dibangun tahun 2019 ini, dengan rencana detail sedang mengajukan usulan kepada konsultan rumah sakit bagi pembuatan maket tentang rencana pengembangan dari RSMA itu sendiri kedepan dengan memanfaatkan areal luas lahan yang dimiliki, tukasnya.
“RSMA Sumbawa telah memperoleh akreditasi tahun 2018 lalu dengan mendapatkan status “Bintang 4” dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Jakarta, dengan kelas C bertekad tahun 2019 ini menuju Type B untuk akreditasi terkait dengan peningkatan mutu menjadikan rumah sakit type B untuk rujukan regional, dengan jumlah karyawan mencapai sekitar 600 orang lebih dengan memiliki empat spesialis dasar meliputi spesialis bedah, upgent, anak dan spesialis dalam plus spesialis penunjang terdiri dari spesialis radiologi, jantung, mata, THT, paru, jiwa, patologi anatomi, patologi klinik, anestesi dan yang masih kurang hanya sub spesialis dan terus berupaya melengkapinya melalui kerjasama dengan sejumlah Universitas, bahkan tahun 2018 lalu telah mengadakan MoU dengan Rumah Sakit Provinsi NTB, dimana sejumlah dokter spesialisnya telah datang membantu di Sumbawa,” pungkas Rini Maharani S.Farm A.Pt.