RSUD Representatif Optimis Mulai Dibangun April

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pemda Sumbawa dibawah kepemimpinan dwi tunggal Bupati HM Husni Djibril B.Sc dan Wakil Bupati Drs H Mahmud Abdullah, sesuai dengan tekad dan komitmen serta visi dan misi yang diemban untuk membawa daerah ini kearah yang lebih baik menuju Sumbawa yang Hebat dan Bermartabat terus dilakukan, termasuk rencana mewujudkan dan merealisasikan mimpi besar bagaimana mewujudkan pembangunan RSUD Sumbawa baru yang lebih representatif kedepan yang diperkirakan akan membutuhkan anggaran biaya mencapai sekitar Rp 250 Juta, dan tentu hal ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan alokasi anggaran yang tersedia.
Pembangunan RSUD Sumbawa dilokasi areal lahan BBI Sering Kecamatan Unter Iwes Sumbawa itu, oleh Pemda Sumbawa telah diawali dengan kegiatan pengurugan tanah pada akhir tahun 2018 lalu, dan dalam tahun anggaran 2019 ini dilanjutkan dengan program tahap kedua yang ditaksir menyerap anggaran biaya total mencapai sekitar 35,5 Miliar, ungkap Direktur RSUD Sumbawa dr Dede Hasan Basri dalam perbincangannya dengan Gaung NTB diruang kerjanya Senin (25/02) kemarin, dimana dari hasil rapat koordinasi yang dilakukan di Jakarta beberapa hari lalu dengan pihak Kementerian terkait dengan alokasi dana bantuan Pusat mencapai sekitar Rp 15,5 Miliar untuk menunjang pembangunan RSUD Sumbawa dilokasi BBI Sering itu, disamping Pemda Sumbawa juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 Miliar, dinilai tak ada masalah dan kini kita tinggal menunggu proses lelangnya saja.
Menurut dokter Dede, saat ini tim Perencanaan RSUD Sumbawa sedang menuntaskan revisi atas Detaiol Engenering Desain (DED) terkait dengan dua paket kegiatan yang akan dilaksanakan pembangunannya dalam tahun anggaran 2019 ini, dan kami optimis seluruh dokumen lelang proyek paling lambat awal Maret mendatang suda bisa disampaikan dan diserahkan kepada pihak ULPBJP Setda Sumbawa untuk dapat dengan segera dilakukan proses lelang tender dari dua paket proyek RSUD Sumbawa tersebut, dan untuk mewujudkan pembangunan RSUD Sumbawa yang baru dan lebih representatif kedepan paling lambat akan dapat dituntaskan sampai dengan akhir tahun 2020 mendatang, karena pembangunannya akan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia, tukasnya.
Dokter Dede juga menjelaskan, setelah akhir tahun 2018 lalu dilakukan kegiatan pengurukan dan pemadatan tanah dilokasi RSUD Sumbawa BBI Sering itu, maka dalam tahun anggaran 2019 ini akan dilaksanakan pembangunan sarana prasarana dan sejumlah fasilitas penunjang berupa proyek pembangunan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang rawat inap berlantai I dengan menyerap biaya pembangunan dari dua sumber dana yakni bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat sekitar Rp 15,5 Miliar dan APBD Sumbawa senilai Rp 20 Miliar, sehingga total anggaran yang digelontorkan dalam tahun anggaran 2019 ini mencapai Rp 35,5 Miliar bagi kelanjutan pembangunan RSUD Sumbawa secara bertahap itu, paparnya.