RSUD Tasikmalaya Ditujukan untuk Narapidana Positif Covid-19

Arahan menyusul pelarian dua narapidana Tasikmalaya Kejari saat menjalani isolasi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA – Kaburnya dua tahanan dari Kejaksaan Agung (Kejari) Tasikmalaya saat menjalani isolasi Covid-19 di Rumah Sakit Purbaratu (RS) menyita perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya. Walikota Tasikmalaya (Plt), Muhammad Yusuf, mengeluarkan arahan agar pasien Covid-19 yang membutuhkan pengamanan dan harus dirawat harus dibawa ke RSUD Dr. Soekarjo Kota Tasikmalaya.

“Ada juga arahannya dari Plt, kalau ada napi yang butuh perawatan pasti ke RS. Makanya tentu kita ikuti arahan tersebut,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, saat dihubungi oleh R.epublika.co.id, Selasa (6/4).

Menurutnya, pada dasarnya semua rumah sakit di Kota Tasikmalaya tidak dirancang untuk merawat pasien yang membutuhkan perawatan khusus. Termasuk di RSUD Dr. Soekardjo.

Namun kondisi di RSUD Dr. Soekardjo lebih bisa mengantisipasi adanya pasien yang kabur. Pasalnya, pengamanan di sana lebih lengkap dibanding rumah sakit lain.

Namun untuk perawatan pasien khusus yang membutuhkan pengamanan khusus, tetap harus ada penempatan petugas keamanan. “Harus ada pengamanan dari petugas tambahan yang ditempatkan di sana,” ucapnya.

Sebelumnya, dua tahanan Kejaksaan Kota Tasikmalaya yang dipastikan positif Covid-19 dikabarkan kabur, Jumat (2/4). Keduanya mengungsi saat diisolasi di RSUD Purbaratu, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

Peristiwa berawal dari isolasi tiga narapidana di Kejaksaan Kota Tasikmalaya di RSUD Purbaratu, Rabu (31/3). Ketiga narapidana tersebut ditempatkan dalam satu ruangan secara bersamaan.




Source