Rumah Sakit di Kota Bogor Koordinasikan Penurunan Harga PCR

    Di RSUD Kota Bogor, harga PCR akan turun mulai Rabu (18/8)

    REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) sebesar Rp. 495 ribu untuk pulau Jawa dan Bali, dan Rp. 525.000 di luar pulau Jawa dan Bali. Saat ini sejumlah rumah sakit di Kota Bogor masih berkoordinasi terkait penurunan harga PCR.

    Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, harga PCR akan diturunkan mulai besok, Rabu (18/8). Demikian disampaikan Kepala Divisi Humas dan Pengembangan Bisnis Mutu RSUD Kota Bogor Armein Sjuhary Rowi.

    Mulai besok, harga PCR di RSUD Kota Bogor Rp 445 ribu. “Harga PCR reguler mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 445 ribu mulai besok,” kata Armein kepada Republika, Selasa (17/8).

    Berbeda dengan di RS Ummi, saat ini koordinasi internal masih dilakukan. Dirjen RS Ummi Najamudin mengatakan, saat ini harga PCR di RS Ummi masih Rp. 550 ribu.

    “Kami masih koordinasi secara internal. Saat ini harganya masih Rp 550 ribu,” ujarnya.

    Sementara itu, RS PMI Kota Bogor masih membahas harga PCR. Kepala Humas dan Pemasaran RS PMI Bogor Niken Churniadita Kusumastuti mengatakan, kemungkinan harga PCR di RS PMI besok bisa turun.

    Niken mengatakan harga PCR di RS PMI tidak turun karena laboratorium rujukan belum menurunkan harganya. Jadi, mereka masih melakukan negosiasi.

    “Kami ingin membahas tim tarif. Karena lab referensi belum turun harga, masih negosiasi. Insya Allah besok bisa turun,” kata Niken.

    Begitu pula dengan Rumah Sakit Vania yang berlokasi di Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Humas RS Vania Kota Bogor Dede Nurhasan mengatakan pihaknya masih mengevaluasi harga agar harga PCR di RS Vania Kota Bogor masih di atas Rp. 495 ribu.

    “Saat ini kami dalam tahap evaluasi harga, belum turun,” ujarnya singkat.



    https://www.republika.co.id/berita/qxz9te335/rs-di-kota-bogor-koordinasikan-penurunan-harga-pcr