Rumah Sakit Rujukan Diminta Beri Ruang Penanganan Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY meminta rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 menyediakan minimal 30 persen kapasitas ruangan untuk penanganan Covid-19. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan kasus positif Covid-19 pekan ini di DIY didominasi lebih dari 400 kasus per hari. Bahkan, pada 16 Juni 2021, DIY mencatatkan rekor penambahan harian kasus Covid-19 sebanyak 534 kasus.

“Dinas Kesehatan DIY akan menyampaikan kepada rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menyediakan minimal 30 persen dari kapasitas ruangan yang akan dikhususkan untuk pelayanan Covid-19,” kata Kepala Seksi Humas Humas dan Protokoler Kemenkes DIY. Sekretariat DIY, Ditya Nanaryo Aji kepada wartawan, Rabu (16/16). 6).

Lonjakan kasus terkonfirmasi positif di DIY menyebabkan tingkat hunian tempat tidur (BOR) terus meningkat. Di DIY sendiri, ada 27 rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.

BOR per 16 Juni naik menjadi 74,1 persen dari 71,8 persen sehari sebelumnya. Total tempat tidur yang disediakan untuk penanganan Covid-19 sebanyak 941 tempat tidur, terdiri dari 139 tempat tidur untuk penanganan kasus kritis (ICU) dan 802 tempat tidur untuk penanganan kasus tidak kritis (isolasi).

Dari total tempat tidur yang tersedia, 74,1 persen yaitu 698 tempat tidur. 698 tempat tidur ini terdiri dari 90 tempat tidur kritis dan 608 tempat tidur non-kritis.

Sementara itu, stok reagen PCR yang tersedia di laboratorium pengujian spesimen Covid-19 yaitu Balai Besar Teknik Penyehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY masih mencukupi. Ditya menuturkan, setidaknya saat ini tidak kurang dari 85 ribu unit reagen PCR di DIY.

“Kapasitas maksimal per hari adalah 1.000 (unit reagen PCR), dengan porsi kecil mengakomodir kebutuhan Jateng,” ujarnya.

Jumlah tes spesimen Covid-19 per hari juga di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam sepekan terakhir, misalnya, DIY selalu menguji spesimen di atas 1.000 bahkan 2.000 spesimen per hari.

“BBTKLPP buka setiap hari, baik hari Minggu maupun hari libur,” jelas Ditya.

Selain itu, pemasok oksigen juga diminta menyediakan oksigen untuk rumah sakit rujukan. Berdasarkan instruksi dari Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid19 DIY KGPAA Paku Alam X, Ditya mengatakan, pemasok diminta menyediakan setidaknya 80 persen pasokan oksigen untuk penanganan Covid-19.

“Meminta pihak terkait untuk menyediakan pasokan oksigen untuk rumah sakit rujukan atau fasilitas kesehatan yang membutuhkan. Salah satunya untuk pemasok yaitu 80% dari pasokan yang dapat digunakan untuk kebutuhan Covid-19, dengan tetap memperhitungkan kemungkinan peningkatan permintaan di Jawa Tengah,” ujarnya.

https://repjogja.republika.co.id/berita/quu7gh291/rs-rujukan-diminta-sediakan-ruang-untuk-penanganan-covid19