Rumania Mengesahkan Undang-Undang yang Melarang China dan Huawei Kembangkan 5G

    Rumania adalah sekutu setia Amerika Serikat bahkan sebelum bergabung dengan NATO.

    REPUBLIKA.CO.ID, BUCARA — Presiden Rumania Klaus Iohannis menandatangani RUU yang didukung Washington pada Jumat (11/6). RUU tersebut secara efektif melarang China dan Huawei untuk mengambil bagian dalam pengembangan jaringan telekomunikasi 5G negara itu, karena masalah keamanan.

    Pemerintah Perdana Menteri Florin Citu yang berhaluan tengah, sekutu Iohannis, pada bulan April menyetujui larangan terhadap perusahaan-perusahaan yang dikendalikan China. DPR kemudian menyetujuinya.

    Eropa telah muncul sebagai medan pertempuran dalam teknologi ‘Perang Dingin’ yang dimainkan antara Beijing dan Washington, serta pesaing Eropa Huawei Ericsson dan Nokia. Keduanya bisa menjadi duopoli pemasok jika China ditutup.

    Dilaporkan Reuters Pada Sabtu (12/6), RUU tersebut berasal dari memorandum AS-Rumania 2019, kedua pemerintah mengatakan, RUU tersebut sebagai bagian dari pendekatan keamanan berbasis risiko, diperlukan evaluasi yang cermat dan lengkap dari vendor 5G, yang dengannya pemerintah menguasai asing. Juga dinilai bahwa kurangnya struktur kepemilikan yang transparan dikesampingkan.

    Rumania adalah sekutu setia Amerika Serikat (AS) bahkan sebelum bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada 2004. Washington melihat Huawei sebagai bagian dari mesin pengawasan global Partai Komunis China. Sementara itu, Huawei telah berulang kali membantah memata-matai China.

    Sebelumnya, pemerintah tengah Rumania telah menyetujui RUU yang didukung AS. Hal itu diungkapkan anggota IT&C dan National Security Committee.

    “Pemerintah baru saja menyetujui RUU yang sangat penting ini untuk Rumania, menyegel memorandum 2019 yang ditandatangani di Washington. Ini berarti China dan Huawei dikecualikan dari kemitraan apa pun di 5G dengan negara Rumania,” kata Politisi Rumania Pavel Popescu.



    https://www.republika.co.id/berita/qulcyn383/rumania-sahkan-uu-pelarangan-china-dan-huawei-kembangkan-5g