Rupiah Senin Menguat sebagai Optimisme Menuju Perekonomian AS

    Pemulihan ekonomi AS didukung oleh paket stimulus fiskal dan kemajuan program vaksinasi.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada awal pekan menguat sejalan dengan optimisme pasar terhadap perekonomian Amerika Serikat (AS). Pada Senin (19/4) pukul 10:10 WIB, rupiah menguat 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp 14.562 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.565 per dolar AS.

    “Pada minggu keempat, pasar akan fokus pada optimisme pasar terhadap ekonomi AS yang didukung oleh paket stimulus fiskal dan progres vaksinasi di AS,” tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam studi di Jakarta, Senin. .

    Selain itu, investor juga akan mencermati keputusan suku bunga bank sentral seperti Bank of Canada (BOC), European Central Bank (ECB) dan data manufaktur negara kawasan euro.

    Dolar AS terlihat melemah di bawah tekanan dari penurunan yield obligasi AS dan ketegangan AS-China yang kembali meningkat.

    Hasil pada obligasi AS 10-tahun ditutup minggu lalu menuju level 1,57 persen, terendah dalam sebulan terakhir. Di sisi lain, indeks dolar juga turun 0,66 persen dan berada di level 91,56, juga yang terendah dalam sebulan terakhir.

    “Untuk perdagangan hari ini, rupiah cenderung terbuka berfluktuasi namun ditutup menguat di kisaran Rp14.545 per dolar AS hingga Rp14.600 per dolar AS,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

    Jumat (16/4) lalu, rupiah ditutup menguat 50 poin atau 0,34 persen menjadi Rp 14.565 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.615 per dolar AS.

    sumber: Antara




    Source