Rusia Menarik Pasukan dari Perbatasan Ukraina

Penarikan pasukan Rusia disambut hangat oleh negara-negara barat guna meredakan ketegangan

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW – Pemerintah Rusia mengumumkan akan memerintahkan pasukan militer di dekat perbatasan Ukraina untuk kembali. Langkah ini tampaknya ditujukan untuk membubarkan puluhan ribu tentara yang berjaga dan potensi konflik dengan negara tetangga.

Rusia juga mengakhiri latihan perang di Krimea, wilayah semenanjung yang diduduki dan dianeksasi dari Ukraina pada 2014. Pengumuman itu muncul beberapa saat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengundang pemimpin Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk melakukan pembicaraan di ibu kota Moskow, berminggu-minggu setelah pertempuran baru di timur Ukraina antara pasukan pemerintah dan separatis pro-Rusia terjadi.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, mata uang Rusia dan Ukraina mengalami peningkatan tajam. Penarikan pasukan Rusia juga disambut oleh negara-negara Barat yang sebelumnya telah menyatakan keprihatinan atas intervensi Rusia lebih lanjut di timur Ukraina.

Separatis yang didukung Rusia telah memerangi pemerintah Ukraina di wilayah itu sejak 2014. Seorang juru bicara presiden Ukraina mengatakan bulan ini bahwa Rusia memiliki lebih dari 40.000 tentara yang dikerahkan di perbatasan timur negara itu dan lebih dari 40.000 di Krimea. Sekitar 50.000 di antaranya adalah penempatan baru. Untuk langkah terbaru Rusia dalam mengurangi kehadiran militernya, Zelenskyy mengatakan hal itu disambut baik.

“Ukraina menyambut baik setiap langkah untuk mengurangi kehadiran militernya & mengurangi situasi tegang di Donbas (Ukraina timur),” kata Zelenskyy melalui jejaring sosial. Indonesia, dilaporkan TRT, Jumat (23/4).

Zelenskyy juga berterima kasih kepada mitra internasional atas dukungan mereka untuk masalah tersebut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan dia tidak tahu apakah Rusia bermaksud melancarkan serangan atau tidak dan menekankan bahwa negara-negara Barat harus menyatakan dukungan yang jelas untuk negaranya jika Moskow melakukannya.

“Jadi sekarang ini bisa berjalan ke dua arah dan inilah mengapa reaksi Barat, reaksi konsolidasi dari Barat, sangat penting sekarang, untuk mencegah Putin membuat keputusan itu,” Kuleba menjelaskan.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan dia telah memerintahkan pasukan yang terlibat dalam latihan tersebut untuk kembali ke pangkalan militer pada 1 Mei. Dia mengatakan mereka telah menyelesaikan inspeksi di daerah perbatasan.

“Saya yakin tujuan inspeksi mendadak telah tercapai sepenuhnya. Pasukan telah menunjukkan kemampuan mereka untuk memberikan pertahanan yang kredibel bagi negara,” kata Shoigu.

Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan Washington mengetahui pengumuman Rusia dan mengamati situasi di perbatasan Ukraina dengan cermat. “Kami telah mendengar kata-kata itu dan saya pikir apa yang kami cari adalah tindakan,” kata Price.




Source