Rusia Peringatkan AS Tentang Penarikan Pasukan di Afghanistan

Rusia tidak ingin pasukan AS dipindahkan ke Asia Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW — Utusan Presiden Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov memperingatkan Amerika Serikat (AS) tentang penarikan pasukannya di Afghanistan. Menurutnya, AS seharusnya tidak merelokasi fasilitas militernya ke Asia Tengah.

“Kami telah mengirim sinyal seperti itu ke Washington di berbagai tingkatan, saya harap itu akan didengar,” kata Kabulov kepada kantor berita Rusia, RIA pada Jumat (2/7).

Kabulov mengatakan konfrontasi saat ini antara Taliban dan pemerintah Afghanistan menemui jalan buntu. Dia juga mendesak semua pihak untuk membentuk pemerintahan koalisi.

Dia juga menjanjikan dukungan internasional dalam membentuk pemerintahan sementara, menekankan bahwa keputusan akhir tentang konfigurasi dan parameter struktur kekuasaan masa depan harus dibuat oleh Afghanistan sendiri.

Kabulov berharap proses negosiasi akan semakin dekat. Dia tidak mengecualikan pertemuan untuk mendorong pembicaraan damai. Menurutnya, pihaknya terus bersinergi dalam bentuk kepemimpinan tiga serangkai atau troika.

“Kami terus bekerja sama dalam format ‘troika’ yang diperluas dengan partisipasi Rusia, Amerika Serikat, China, dan Pakistan,” katanya.

Menurutnya, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan menggelar putaran berikutnya dalam waktu dekat. “Selain itu, kami juga mengingat kemungkinan untuk mengadakan pertemuan lain dalam format Moskow, seperti yang Anda tahu, menyatukan semua negara di kawasan sekitar Afghanistan, serta Amerika Serikat,” katanya.

“Mengenai pembahasan masalah Afghanistan dalam struktur PBB, termasuk di Dewan Keamanan, adalah bijaksana pada tahap selanjutnya, ketika pihak Afghanistan telah mencapai penandatanganan perjanjian damai,” jelasnya.



https://www.republika.co.id/berita/qvocwx377/rusia-peringatkan-as-soal-penarikan-pasukan-di-afghanistan