Rusia Skeptis AS Akan Menarik Pasukan di Atas Perbatasan Ukraina

    Rusia memutuskan untuk menarik pasukannya dari perbatasan Ukraina.

    REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) melontarkan nada skeptis atas keputusan Rusia menarik pasukannya dari perbatasan Ukraina. Washington mengatakan akan terus memantau situasi di sana.

    Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan pemerintahan Presiden Joe Biden telah mendengar pengumuman tentang penarikan pasukan Rusia dari perbatasan Ukraina. Namun Price menekankan bahwa yang dicari AS adalah tindakan. “AS akan terus memantau situasi. Kami akan berkoordinasi erat dengan pejabat Ukraina serta sekutu dan mitra,” kata Price kepada wartawan, Kamis (22/4).

    Sebelumnya AS dan Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) memperingatkan tentang pengerahan pasukan Rusia ke perbatasan Ukraina. Mereka mengatakan bahwa mobilisasi personel dalam jumlah besar tidak terlihat sejak 2014, ketika Moskow menduduki dan mencaplok Semenanjung Krimea. Sejak itu Rusia mendukung kelompok separatis di timur Ukraina yang dikenal sebagai Donbas.

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan siap menggelar pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Dia mengungkapkan bahwa jika Zelensky ingin membahas masalah Donbas, dia harus bertemu dengan para pemimpin separatis di wilayah tersebut. Tetapi jika Zelensky ingin membahas hubungan Ukraina-Rusia, dia diterima di Moskow.

    “Jika kita berbicara tentang perkembangan hubungan bilateral, maka tolong, kami akan menyambut presiden Ukraina di Moskow kapan pun dia mau,” kata Putin, Kamis, dikutip dari Anadolu Agency.

    Rusia menarik pasukannya dari perbatasan dengan Ukraina pada hari Kamis. Hal itu dilakukan setelah Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu melakukan pemeriksaan kesiapan tempur di wilayah tersebut. “Tujuan dari inspeksi mendadak telah tercapai sepenuhnya. Pasukan menunjukkan kemampuan untuk menyediakan pertahanan yang dapat diandalkan negara. Dalam hal ini, saya telah memutuskan untuk menyelesaikan kegiatan inspeksi di distrik militer Selatan dan Barat,” kata Shoygu setelah latihan di dekat dan di Laut Hitam.




    Source