Rusia terus mendorong euro dan mengurangi pangsa dolar AS

    Rusia telah menjauh dari dolar AS dalam perdagangan internasional sejak sanksi 2014.

    REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW — Rusia akan mengandalkan sejumlah stimulus ekonomi untuk mendorong peralihan dari dolar AS ke euro. Hal ini dilakukan untuk mengurangi paparan sanksi AS.

    Kementerian Keuangan Rusia mendukung transisi ini, termasuk dalam menciptakan insentif regulasi yang sesuai. Dalam sebuah pernyataan, kementerian mengatakan tidak mempertimbangkan untuk membatasi penggunaan dolar oleh perusahaan dalam kebijakan ini.

    “Tentu saja insentif tersebut tidak bisa termasuk larangan, hanya metode ekonomi,” katanya dalam sebuah pernyataan, Senin.

    Rusia telah menjauh dari dolar AS dalam perdagangan internasional sejak AS memberlakukan sanksi pada 2014. Sanksi tersebut mengikuti pencaplokan semenanjung Krimea dari Ukraina oleh Presiden Vladimir Putin.

    Pada 2019, raksasa minyak milik negara Rusia Rosneft mengalihkan semua kontrak ekspor minyaknya ke euro. Sebelumnya, Dmitry Timofeev, yang mengepalai departemen untuk memantau pembatasan eksternal, mengatakan pemerintah ingin menjadikan Rusia negara pertama yang menggunakan euro.

    “Tujuannya, mungkin, pertama-tama menjadikan Rusia sebagai negara pertama euro, sehingga dolar diganti dengan euro,” katanya dalam kutipan yang dilansir Interfax.

    Untuk itu diperlukan stimulus atau stimulus dari sisi ekonomi. Stimulasi ini bisa bersifat positif atau negatif. Secara teori, juga dimungkinkan untuk menggunakan arahan untuk beberapa perusahaan negara.

    Namun, Kementerian Keuangan membantah adanya larangan penggunaan dolar bagi perusahaan. Pergeseran Rusia dari dolar mencapai tonggak penting karena pangsa ekspor yang dijual dalam mata uang AS turun di bawah 50 persen untuk pertama kalinya pada kuartal keempat 2020.

    Pada hari Jumat, Putin mengatakan AS pada akhirnya akan melukai dirinya sendiri dengan menggunakan dolar sebagai senjata sanksi. Tapi dia mengakui bahwa perusahaan besar Rusia saat ini lebih memilih transaksi multi-dolar.

    Kementerian Keuangan mengumumkan pekan lalu bahwa mereka memotong dolar dari dana kekayaannya dan akan mendistribusikan kembali bagiannya di antara euro, yuan, dan emas.



    https://www.republika.co.id/berita/qud2i0383/rusia-terus-dorong-euro-dan-kurangi-porsi-dolar-as