Saat Idul Adha, kendaraan sektor kritis dan esensial bisa melewati jalan tol, nanti akan ditempel stiker

Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan kendaraan roda empat di sektor kritis dan esensial dapat menggunakan jalur tol selama Idul Adha meskipun penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM).

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudy Antariksawan mengatakan nantinya akan ada petugas yang akan menempelkan stiker sebagai tanda bahwa kendaraan sektor kritis dan esensial, termasuk yang sangat membutuhkan telah diperiksa dan memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan.

Baca juga: Pemerintah Buru Obat Penanganan Covid-19 ke India, China, dan Swiss

Untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat saat libur Idul Adha, lanjut Rudi, Korlantas dan pihak terkait juga menambah pos blokir, termasuk di jalan tol.

“Khusus di jalan tol, kita tambahkan pos blokir agar masyarakat yang tidak berkepentingan bisa menunda perjalanannya,” kata Rudi saat jumpa pers Pembatasan Kegiatan Masyarakat selama libur Idul Adha 1442 Hijriah bersama Gugus Tugas Covid19 yang digelar disiarkan secara virtual, Sabtu (17/7). /2021) malam.

Dikatakannya, Korlantas Polri melakukan isolasi di 1.038 titik yang tersebar dari Lampung, Jawa hingga Bali, mulai Jumat 16 Juli 2021 selama tujuh hari ke depan.

Baca juga: Jangan sembarangan Minum Obat untuk Covid-19, Ini Kata Dokter

Rudi merinci, titik blokir yang ada di Lampung sebanyak 21 titik yang terdiri dari dua titik di jalan tol, 17 titik non-tol dan dua titik di pelabuhan.

Kemudian di Banten terdapat 20 lokasi yang terdiri dari dua titik di jalan tol, 17 titik non-tol dan satu titik di pelabuhan Merak.

Di DKI Jakarta terdapat 100 titik blokir yang terdiri dari 15 titik di jalan tol dan 85 titik di jalan non-tol.

Titik terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat dengan 353 lokasi yang terdiri dari 21 lokasi di jalan tol dan 332 lokasi di non-tol.

Baca juga: Kantor PDIP Kabupaten Bekasi Jadi Posko Darurat Covid-19

Selanjutnya di DI Yogyakarta sebanyak 23 titik di jalan non tol Jawa Tengah dengan 271 lokasi yang terdiri dari 27 lokasi di jalan tol dan 244 lokasi di jalan non tol.

Di Jawa Timur terdapat 209 titik dan 41 lokasi di Bali yang tersebar di 38 lokasi di jalan non tol dan tiga titik di pelabuhan yaitu Pelabuhan Padangbai, Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Benoa.

Kendaraan sektor penting yang diperbolehkan selama PPKM Darurat meliputi keuangan, teknologi informasi, hotel penanganan non-karantina.

Sedangkan kendaraan sektor kritis meliputi logistik, kesehatan, keamanan, dan energi.



https://www.tribunnews.com/corona/2021/07/18/selama-idul-adha-kendaraan-sektor-kritikal-dan-esensial-bisa-lewat-tol-nanti-ditempeli-stiker