Saat Kemkominfo Mendidik Generasi Muda Gemar Makan Ikan

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga memiliki fungsi edukasi program makan ikan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rendahnya konsumsi ikan di Indonesia masih berbanding terbalik dengan wilayahnya yang kaya akan sumber daya kelautan dan perikanan. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia berupaya mengedukasi generasi muda untuk mengonsumsi ikan, termasuk pelajar dan generasi milenial pada umumnya.

Kominfo menyelenggarakan edukasi melalui Workshop Generasi Berpikir Positif (Genposting) dengan tema “Suka Makan Ikan: Ayo Makan Ikan Agar Generasi Indonesia Sehat, Kuat dan Cerdas”. Workshop ini diadakan secara online melalui aplikasi zoom meeting dan disiarkan langsung di channel YouTube.

Direktur IKPM Kementerian Komunikasi dan Informatika Septriana Tangkary mengatakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bertugas menyampaikan informasi publik terkait kebijakan dan program prioritas pemerintah melalui penggunaan media, kualitas pengelolaan informasi publik dan komunikasi publik serta peningkatan akses informasi publik.

“Workshop ini bertujuan untuk menyampaikan program Gemarikan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi ikan,” kata Septriana dalam siaran pers yang diterima //Republika.co.id//, Jumat (23/4).

Upaya peningkatan gizi masyarakat Indonesia dan minat mengkonsumsi ikan masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggagas Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang melibatkan seluruh komponen dan elemen bangsa. Dalam hal ini Kominfo memiliki tugas untuk mensosialisasikan gerakan tersebut.

Dalam workshop tersebut, Dirjen PDSPKP KKP Artati Widiarti mengajak generasi muda untuk menyantap ikan demi kemajuan bangsa. Sebab, menurutnya, mengonsumsi ikan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa melalui generasi yang sehat dan cerdas.

“Keunggulan ikan antara lain kandungan nutrisi yang lengkap, baik nutrisi mikro maupun makro yang berguna untuk mencegah sindroma autisme, sumber Omega 3, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kelenturan pembuluh darah, sehingga baik untuk berbagai kelompok umur,” kata Artati.

Sementara itu, Kepala Departemen Gizi Kesehatan UGM Toto Sudargo mengatakan rata-rata konsumsi ikan di Indonesia tahun lalu hanya 23 kilogram per orang per tahun. Sedangkan di Jepang mencapai 110 kilogram per orang per tahun. “Selain itu, di negara maju, konsumsi makanan laut menjadi bagian penting dari kehamilan dan kelahiran,” ucapnya.

Karena itu, ia pun mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan. Toto mengingatkan, jika masyarakat Indonesia tidak menemukan ikan laut, ikan darat boleh saja meski kadar Omega 3 jauh lebih rendah dibanding ikan laut. “Ikan dengan protein tertinggi dikeringkan dan teri peda. Jadi jangan khawatir, ikan murah bukan berarti gizi buruk,” terangnya.




Source