Said Didu Memanggil Erick Thohir untuk Memanen Proyek Jalan Tol yang Stagnan pada 2021

    Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Reynas Abdila

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu mengatakan Menteri BUMN Erick Thohir harus mewaspadai banyaknya proyek jalan tol yang mangkrak pada 2021.

    Pasalnya, masih banyak proyek yang tidak berjalan akibat penyertaan modal negara (PMN) yang tidak disalurkan ke proyek jalan tol yang tidak layak secara ekonomi.

    “Kalau tidak ada PMN, BUMN konstruksi ini akhirnya harus berhutang.

    Dan kalau utangnya dengan tingkat bunga 11-12 persen, saya yakin sekali karena margin bersih jasa konstruksi hanya 4 persen, bisa dipastikan akan ada kerugian akibat margin bersih yang sangat rendah, ” Kata Didu dalam webinar, Jumat (9/4/2021).

    Baca juga: Bagaimana BUMN Pupuk Dongkrak Produktivitas Pertanian

    Karya BUMN hanya mengejar dua keunggulan dalam pelaksanaan konstruksi dan pengelolaan infrastruktur yang dilakukan.

    “Pak Erick Thohir sudah memanen proyek yang macet karena saya prediksi 2018-2019, tanpa PMN pada 2021 pasti proyek ini macet.

    Mengapa 2021? karena proyek ekonomi sudah selesai, ”imbuhnya.

    Said Didu menegaskan, setelah proyek selesai akan muncul biaya operasional, biaya pelunasan utang, dan biaya depresiasi.

    Baca juga: Tendangan Peramal Beton Ini Meningkatkan Pertumbuhan Kinerja

    Meski pendapatan dari awal sudah dinyatakan tidak layak, hal ini kemudian menyebabkan utang yang membengkak untuk BUMN konstruksi.

    Diketahui, kinerja BUMN Karya mengalami penurunan sepanjang tahun lalu seperti yang dialami PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dengan kerugian Rp 7,37 triliun pada 2020.

    Angka ini memburuk dibandingkan tahun 2019 yang masih membukukan laba bersih Rp 938,14 miliar.

    Pasalnya, pendapatan operasional turun hingga 48 persen ke posisi Rp. 16,19 triliun.




    Source