Sakit Parah di China, PMI Indramayu Tak Bisa Pulang

    Kehidupan PMI Desa Sukadana, Indramayu, Sunenti nyaris terselamatkan.

    REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Kisah sedih lainnya dialami pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu. Kali ini dialami oleh Sunenti, PMI dari Desa Sukadana, Distrik Tukdana, yang sedang sakit parah di Shanghai, China dan tidak bisa pulang karena kendala keuangan.

    Ketua Serikat Pekerja Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih menjelaskan, Sunenti menderita asma akut dan infeksi lambung. Sudah hampir sebulan sejak PMI dirawat di ICU Pudong Hopital Shanghai.

    “Sebenarnya Sunenti mau pulang karena sakit, majikannya juga enggak mau ambil resiko. Tapi pas mau pulang, pas mau ke kantor imigrasi, Sunenti langsung koma dan sempat koma. pingsan, ”kata Juwarih, Minggu (18/4).

    Sementara itu, kondisi Sunenti sebelumnya juga dilaporkan oleh sesama PMI, Ibu Bogosipho melalui akun Facebook pribadinya. Dia melaporkan bahwa nyawa Sunenti hampir tidak terselamatkan. Untunglah saat itu para dokter di rumah sakit sudah melakukan yang terbaik.

    Juwarih mengungkapkan, setelah mendapat perawatan di rumah sakit, kondisi Sunenti kini semakin membaik. Namun, Sunenti tidak bisa kembali ke Indonesia dan ditahan di rumah sakit karena terkendala biaya pengobatan.

    Untuk membiayai pengobatan Sunenti, lanjut Juwarih, keluarganya di kampung halaman harus menggadaikan rumah tersebut. Namun, uangnya masih kurang.

    “Keluarga Sunenti di desa mengirim hampir Rp 67 juta. Tapi masih ada lagi Rp 57 juta,” kata Juwarih.

    Juwarih mengatakan bahwa Sunenti sudah bekerja di sana selama kurang lebih dua tahun. Selama bekerja, penyakitnya sering kambuh.

    Juwarih mengakui bahwa Sunenti pergi bekerja ke Shanghai, China tanpa prosedur. Namun, dia berharap pemerintah di Indonesia dan KJRI Shanghai China bisa membantu Sunenti.




    Source