Saksi Menjelaskan Alasan Staf Khusus Edhy Prabowo Menulis Nama Politisi PDI-P dalam Ekspor Benur

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Staf khusus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo, Andreau Misanta Pribadi disebut-sebut menyebut nama Aria Bima, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) guna memuluskan langkah. untuk izin ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur dari suatu perusahaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Anton Setyo Nugroho yang merupakan Kepala Divisi Jaringan Inovasi Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

Anton mengatakan hal itu saat menjadi saksi dalam persidangan lanjutan kasus korupsi (Tipikor) yang menjerat mantan Menteri KP Edhy Prabowo di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

Anton sendiri merupakan PNS dari Kementerian Koordinator Bidang Marves yang diberi mandat membantu di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam persidangan, Anton mengatakan awalnya Direktur Utama PT Anugrah Bina Niha (PT ABN) Sukanto Ali Winoto menjalin komunikasi untuk mengurus izin ekspor benih ikan.

Saat itu, Anton meminta Sukanto menyerahkan uang kepesertaan sebesar Rp. 3,5 miliar untuk proses perizinan ekspor benih di KKP.

Baca juga: Saksi Mengungkapkan Ada Biaya Keikutsertaan Rp. 3,5 Miliar dalam Proses Perizinan Ekspor Benih Lobster

Menurut Anton, uang kepesertaan diminta oleh Andreau, namun Anton mengaku hanya menerima Rp2,5 miliar dari Sukanto yang mengaku keberatan dengan jumlah uang untuk memfasilitasi perizinan.

Setelah menerima uang tersebut, Anton langsung mendatangi Andreau untuk menyerahkan uang plus Rp100 juta dari Sukanto sebagai ucapan terima kasih.

Mendengar penjelasan tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) menanyakan arah uang yang dibawa Anton ke Andreau.

“Saat saksi menyerahkan uang, Pak Andreau bilang uang itu untuk Menteri (Edhy Prabowo)?” tanya jaksa saat sidang Selasa (11/5/2021).




Source