Sambut Tahun Baru 2018, Pemkab Sumbawa Gelar Zikir dan Do’a Bersama

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Menyambut tahun baru 2018 dan menyongsong Hari Ulang Tahun ke-59 Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menggelar zikir dan do’a bersama yang berlangsung di Lapangan Pahlawan Sumbawa Besar, Minggu malam (31/12)
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati beserta Wakil Bupati Sumbawa, segenap anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para pimpinan SKPD, pemuka agama, pemuka masyarakat dan masyarakat umum.
Kegiatan diawali dengan Haflah Tilawatil Qur’an oleh para qori’ dan qori’ah terbaik Kabupaten Sumbawa, dilanjutkan dengan Zikir Asmaul Husna, renungan akhir tahun dan do’a oleh Ustadz Ahmad Syaichu Rauf serta taushiyah oleh Ustadz H.Nasrullah,S.Sos.I.
Sementara itu Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril, B.Sc dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum pergantian tahun dapat menjadi momentum yang berharga ketika kita dapat memaknainya dengan benar. Karena itu, Beliau menghimbau kepada seluruh aparat dan masyarakat termasuk masyarakat di wilayah kecamatan untuk merayakan pergantian tahun dengan dzikir dan do’a bersama. Beliau berharap dengan menyikapi pergantian tahun secara sederhana dan lebih bermakna melalui dzikir dan do’a, daerah ini mendapatkan curahan rahmat dan ridho Allah SWT, serta senantiasa diberikan kemudahan untuk mewujudkan Sumbawa Hebat dan Bermartabat.
Pada kesempatan itu, H Husni—sapaan akrab Bupati Sumbawa, menegaskan bahwa pembangunan daerah saat ini telah berjalan dengan cukup baik dalam suasana yang kondusif. Berbagai prestasi dapat diwujudkan atas partisipasi seluruh elemen masyarakat, antara lain wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolir dan blank spot (tidak dapat menerima sinyal seluler) saat ini sudah bisa menikmati akses internet. H Husni mengapresiasi bahwa keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari ikhtiar yang dilakukan pemerintahan sebelumnya.
Mengakhiri sambutannya, H Husni, mengingatkan bahwa saat ini aktivitas media sosial begitu bebas, sehingga tidak jarang kritik kepada pemerintah disampaikan dengan cara-cara yang tidak beretika. Karena itu. Untuk itu H Husni, berpesan kepada masyarakat untuk terus mengawal pemerintahan ini dengan memberikan masukan dan kritik yang konstruktif, tentunya dengan selalu mengedepankan tata krama, logis dan realistis.