Sanksi Ketat bagi ASN yang Nekat Pulang Lebaran, Penundaan Promosi hingga Penurunan Jabatan

TRIBUNNEWS.COM – Sekretaris Kemenpan RB, Dwi Wahyu Atmaji menegaskan akan ada sanksi tegas bagi Pegawai Negeri Sipil Negara (ASN) yang bertekad melaksanakan mudik lebaran.

Ada sanksi ringan, sedang, dan berat yang akan diberikan.

Namun, Atmaji menegaskan, dengan situasi serius seperti sekarang, sanksi ringan akan dihapuskan.

Oleh karena itu, ASN yang melanggar aturan terkait mudik lebaran ini akan langsung diberi sanksi sedang hingga berat.

Baca juga: Daftar Kelompok Komunitas yang Dikecualikan dari Larangan Mudik

Baca juga: Isi Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Larangan Mudik Lebaran, Berlaku mulai 6-17 Mei 2021

Sanksi tersebut telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Mengenai sanksi sebenarnya sudah diatur dengan jelas. Pertama, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Ada sanksi yang ringan, sedang, dan berat.”

“Kami melihat situasi ini sebagai situasi serius yang harus ditaati. Jadi nanti yang paling rendah adalah sanksi yang moderat, tidak ada sanksi yang ringan untuk pelanggaran ini,” kata Atmaji dalam Live Program Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, Kamis ( 4/8/2021).

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa sanksi tersebut meliputi penundaan promosi, penurunan pangkat dan penurunan pangkat.

Baca juga: Ada Larangan Mudik, Kementerian Perhubungan Larang Penerbangan Komersial dan Non Komersial

Baca juga: Mudik Dilarang, Layanan Kereta Antar Kota Dibubarkan

“Sanksi yang moderat misalnya penundaan promosi, penundaan satu tahun, promosi satu tingkat lebih rendah. Kalau yang berat sampai penurunan pangkat. Tidak ada sanksi yang ringan,” jelasnya.

Atmaji juga mengatakan, jika tahun lalu Kemenpan RB tetap mengimbau ASN untuk tidak bermusik, tapi untuk tahun ini pihaknya akan benar-benar tegas.




Source