Santri di Lebak Meninggal Saat Disambar Longsor Batu

    Longsor terjadi setelah kawasan Lebak diguyur hujan deras sejak Jumat (10/12) malam.

    REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK — Seorang santri tewas tertimpa batu di sebuah bukit di gedung pesantren di Rangkasbitung Timur, Lebak, akibat longsor. Bencana longsor terjadi setelah kawasan Lebak diguyur hujan deras sejak Jumat (10/12) malam.

    “Siswa yang meninggal bernama M Arif Hidayat (23) warga Cisimeut Raya, Leuwidamar, Lebak,” kata Wahyu (20) teman korban saat ditemui di Pondok Pesantren Cipendeuy Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (11/12).

    Longsor terjadi setelah diguyur hujan sejak Jumat (10/12) malam hingga Sabtu pagi pukul 01.30 WIB.
    Namun, sekitar pukul 02.00 WIB terjadi longsoran batu di atas bukit setinggi 15 meter yang menghantam gedung pondok pesantren setempat.

    Dimana di gedung pesantren tersebut terdapat seorang santri yang sedang tidur dan korban terkena batu besar di bagian dada dan pinggang. Mendengar suara longsor tersebut, sejumlah santri serta manajemen pondok pesantren dievakuasi dan dibantu para korban serta dilarikan ke RSUD Adjidamo Rangkasbitung karena mengalami sesak napas dan meninggal dunia.

    “Untung longsornya hanya satu gedung dan jika menerjang tiga gedung, dipastikan jumlah korban cukup banyak,” kata Wahyu.

    Emar (35), istri KH Basri, pengelola pondok pesantren, mengatakan M Arif Hidayat, santri yang menjadi korban longsoran batu, sudah lama belajar di pondok pesantren setempat. Korban telah hidup selama tujuh tahun, tetapi tidak mengharapkan kecelakaan itu.

    Kondisi bangunan pondok pesantrennya berada di atas tebing atau bukit berbatu. Ada 24 mahasiswa yang menimba ilmu di sini dan semuanya merupakan warga Kabupaten Lebak.

    “Semoga almarhum diberikan tempat yang layak oleh Allah SWT dan keluarganya bersabar,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Seksi Gawat Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Agus Reza, mengingatkan masyarakat yang tinggal di perbukitan dan pegunungan untuk mewaspadai longsor akibat peningkatan curah hujan.

    “Kami telah mengirimkan surat kepada perangkat desa/kelurahan dan kecamatan untuk waspada terhadap bencana alam dalam menghadapi cuaca ekstrem,” jelasnya.

    sumber : Antara



    https://www.republika.co.id/berita/r3yovo409/seorang-santri-di-lebak-meninggal-tertimpa-longsor-bebatuan-cadas