Satgas Covid-19: Presiden Minta Komando Militer Mengawasi Pemulangan TKI

Laporan Jurnalis Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Pemerintah terus mengantisipasi penularan kasus Covid-19 yang berasal dari luar horor maupun dari kasus impor.

Mereka yang berasal dari luar negeri, termasuk Tenaga Kerja Indonesia atau Pekerja Migran (PMI), harus mengikuti protokol kesehatan / karantina sebelum kembali ke daerah masing-masing.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan ada lima provinsi teratas yang akan menjadi pintu masuk kedatangan pekerja / buruh migran Indonesia (PMI) dari luar negeri.

Diantaranya adalah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB dan Sumatera Utara.

Baca juga: Menyoroti Massa di Pasar Tanah Abang, Ketua Satgas IDI Bicarakan Kasus di India

Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Doni, sudah menginstruksikan pengaturan kedatangan PMI melibatkan personel TNI / Polri.

“Kami dari satgas sudah mendapat perintah dari Presiden untuk mengoptimalkan peran Polri,” kata Doni usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin (3/5/2021).

Jokowi meminta seluruh proses pemulangan PMI dipercayakan kepada Komando Daerah Militer (Pangdam) masing-masing daerah.

Baca juga: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri pulang ke Lebaran untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Untuk Jawa Barat misalnya Pangdam III Siliwangi, Pangdam V Brawijaya Jawa Timur, Pangdam IV Diponegoro Jawa Tengah, Pangdam IX Udayana NTB, dan Pangdam I Bukit Barisan Sumatera Utara,

“Kami berharap Pangdam bekerjasama dengan Kapolda untuk mengintegrasikan seluruh instansi pusat di daerah, baik itu imigrasi, BP2MI, Dinas Naker, Kementerian Kesehatan dalam hal ini KKP, bea cukai,” kata Doni.

Baca juga: Kapolres Tegaskan Tenaga Medis TNI AD Siap Dukung Kemenkes Bantu Vaksinasi Covid-19

Proses pemulangan, kata Doni, harus satu komando, untuk memudahkan kontrol terhadap seluruh TKI yang pulang ke tanah air.

“Ini termasuk mencegah pelanggaran yang dilakukan sejumlah orang di bandara atau pada saat pemberangkatan dari bandara atau dari pelabuhan laut ke tujuan,” ujarnya.




Source