Satgas Covid-19 Ubah Syarat Perjalanan Orang, AP I: Kami Siap Promosikan Kebijakan

Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 menerbitkan Addendum Surat Edaran (SE) No. 13 tahun 2021 tentang pengetatan perjalanan masyarakat selama bulan Ramadhan.

Di SE, ada perubahan terkait persyaratan perjalanan masyarakat dari 22 April 2021 menjadi 5 Mei 2021, atau H-14 penghapusan kegiatan mudik dari pemerintah.

Syarat perjalanan masyarakat terkait hasil tes negatif tes antigen cepat dan tes PCR, masa berlaku 1×24 jam, untuk semua moda angkutan umum.

Terkait hal tersebut, PT Angkasa Pura I (Persero) menyatakan akan membantu mensosialisasikan aturan baru bagi calon penumpang pesawat di 15 bandara yang dikelola tersebut.

Baca juga: Masa Larangan Mudik Membentang 22 April-24 Mei 2021, Berikut Aturan Lengkapnya

Baca juga: Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Arus Balik Warga yang Mencuri Mudik

Baca juga: Daftar Kominfo 8 Hal Terkait Larangan Mudik Lebaran

VP Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan mengatakan, terkait adendum Covid-19 Task Force SE No. 13 tahun 2021 yang baru saja diterbitkan, tentunya akan kami bantu dengan sosialisasinya.

“Informasi kebijakan tersebut akan kami salurkan melalui jalur komunikasi perusahaan, seperti di media sosial untuk Angkasa Pura I,” kata Hand saat dihubungi Tribunnews, Kamis (22/4/2021).

Handy juga menjelaskan, proses sosialisasi kebijakan terkait perubahan syarat perjalanan penumpang pesawat mulai hari hingga beberapa hari ke depan.

Sebagai informasi, penerbitan addendum SE Satgas Covid-19 Nomor 13/2021 bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan arus perpindahan penduduk.

Satgas Covid-19 menilai peningkatan arus perpindahan penduduk ini berpotensi meningkatkan penularan kasus Covid-19 antardaerah pada periode sebelum dan sesudah periode penundaan kegiatan mudik diberlakukan.

Adendum SE Nomor 13 Tahun 2021, berdasarkan hasil survei pasca penetapan eliminasi mudik Lebaran 2021 dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan.

Dari hasil survei disebutkan ada sekelompok masyarakat yang ingin pulang pada periode H-7 dan H + 7 periode eliminasi Lebaran 2021.

Berita tentang larangan mudik




Source